Lobi kantor gubernur Papua Barat baru, yang terletak di bukti Arfai II, Manokwari. Kantor gubernur Papua Barat telah diresmikan dan mulai difungsikan.

Kantor Gubernur Baru Mulai Difungsikan

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com– Kantor Gubernur Papua Barat yang baru di Bukit Arfai II Manokwari resmi ditempati Gubernur, Wagub, Sekda, bagian kesekretariatan dan juga Biro-biro.

Kepala Biro Umum Rudolf Rumbino, Kamis (22/10/2015) mengatakan setelah diresmikan pada 19 Oktober, penyerahan kunci langsung dilakukan dari pihak perusahaan PT. Panca Duta Karya Abadi kepada Pemprov pada 20 Oktober. Secara bertahap seluruh pegawai mulai pindah ke gedung berlantai 6 ini.

Pembagian ruangan sudah dilakukan beberapa hari sebelum diresmikan, namun sebagian ruangan ini masih belum terisi karena mereka masih mengepak berkas berkas dari kantor lama.

Kantor gubernur yang baru dengan 6 ruas dan 6 tingkat ini nampak megah dari luar, demikian juga bagian dalam gedung yang memiliki pilar utama sebesar tiga pelukan orang dewasa ini nampak lebih tertib dan teratur penataan ruangan maupun pelayanannya.

Menurut Rudolf Rumbino, pemerintah sudah menyerahkan pengurusan keamanan kantor kepada pihak ketiga dengan menempatkan security sebanyak 40an orang.

“Gedung megah dengan banyak pintu dan jendela ini harus dijaga dengan ketat dan sungguh-sungguh sehingga kami menyerahkan kepada pihak ketiga untuk mengurus keamanan,” kata Rumbino.

Tugas security yang sebelumnya sudah di training ini, pada awalnya hanya bertugas 8 jam saja pada siang hari, sementara itu untuk tugas jaga malam akan memberdayakan Satpol PP, namun kata Rumbino Satpol PP tidak pernah bertugas menjalankan kewajibannya pada malam hari sehingga untuk sementara penjagaan diserahkan semuanya kepada security yang bekerja roling setiap 6 jam sekali.

Soal kebersihan, Rumbino mengatakan akan tetap terjaga. Karena juga diserahkan kepada pihak ketiga.

Selain petugas kebersihan dan keamanan gedung dengan fasilitas AC dan listrik terpusat ini juga membutuhkan tenaga teknisi khusus untuk menangani, namum masih sementasa dalam tahapan koordinasi untuk pengelolaannya.|DINA RIANTI