Kadis Pekerjaan Umum Papua Barat Agustinus Hariyadi. Foto: CAHAYAPAPUA.com | Dina Rianti

Kantor Gubernur Papua Barat Bernilai 390 Miliar Difungsikan Februari 2015

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com- Pembangunan kantor Gubernur di bukit Arfai II Kompleks SKMA, dijadwalkan akan diresmikan bulan Februari 2015 mendatang. Demikian disampaikan Kadis Pekerjaan Umum Papua Barat Agustinus Hariyadi ditemui di sela-sela peresmian gedung juang 45 di Arfai.

Menurut Hariyadi, semula dijadwalkan penggunaan gedung kantor gubernur akan diresmikan akhir tahun 2014, akan tetapi karena sejumlah kendala teknis, maka peresmian diundur ke bulan Februari.

“Kita belum bisa gunakan bulan Januari, karena waktunya terlalu mepet, ya paling tidak Februari baru bias, karena saya maunya gedung selesai benar baru bisa digunakan dan tidak setengah-setengah,” tegas Hariyadi.

Berdasarkan progress, proses pembangunan gedung sudah mencapai 97% dan tinggal memasuki tahapan finishing saja. Masih ada pekerjaan lanjutan untuk landscaping dan dikerjakan secara bertahap setelah gedung diresmikan.

Gedung kantor Gubernur seluas kurang lebih 5.000 meter persegi dibangun sejak tahun 2009, dan baru selesai pada awal 2015 dengan kucuran anggaran bertahap setiap tahun. Dari total anggaran proyek pembangunan gedung kantor gubernur menyedot anggaran APBD sebesar Rp. 390 Miliar, dan dipastikan masih ada penambahan anggaran untuk membangun landscaping kurang lebih sebesar Rp. 6-8 Miliar.

Disinggung kelengkapan meubeller gedung, Kadis DPU mengaku menjadi tanggungjawab Biro Umum Setda. DPU, akunya hanya bertanggungjawab pembangunan fisik.

Kabiro Umum, I. Made Astamawijaya dikonfirmasi pengadaan meubeler menjelaskan, pihaknya sudah menyiapkan semua fasilitas meubeler untuk mengisi kantor gubernur baru. Ia juga memastikan jika kantor sudah siap, maka peralatan sudah bisa dimasukan. Sejumlah barang juga kabarnya masih dalam perjalanan angkutan.

Pengadaan barang didistribusi berdasarkan barang pabrikan, misalnya meja dan kursi yang dipesan dari Jakarta dan Bogor. Ada juga pengadaan barang custom (barang ukiran campuran) yang dipesan dari wilayah Papua. Khusus peralatan elektronik seperti listrik dan ace menjadi tanggungjawab Biro Perlengkapan.

Soal anggaran rupanya Made enggan berkomentar, namun ketika dicecar apakah anggarannya bernilai sebesar Rp. 10 Miliar, sambil tersenyum Made mengatakan kurang lebih jumlahnya demikian.

“Saya tidak mau bicara soal kebutuhan anggaran. Pokoknya kita menunggu dari pembangunan fisik saja, kalau sudah siap kita tinggal masukan fasilitas meubeler,” katanya. |DINA RIANTI

 

EDITOR: BUSTAM

Tinggalkan Balasan