Gubernur Bank Indonesia Agus DW Martowardojo, Gubernur Papua Barat Abraham Octavianus Aturur (tengah), dan Kepala Perwakilan BI Papua Barat Henri Tanor (kanan), memukul tifa sebagai tanda dibukanya Kantor Perwakilan BI di Manokwari, Papua Barat. | KOMPAS.com/BAMBANG JATMIKO

Kantor Perwakilan BI di Papua Barat Diresmikan

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com – Seiring dengan bergeliatnya perekonomian di Papua Barat, Bank Indonesia membuka kantor perwakilan di Manokwari. Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Dermawan Wintarto Martowardojo mengatakan kehadiran perwakilan di Manokwari diharapkan mampu mendorong akselerasi pembangunan ekonomi di Papua Barat.

“Dengan demikian, BI akan mampu berkoordinasi dengan pemda untuk menjalankan tugas-tugas kami. Kami melihat, perekonomian di Papua Barat akan semakin didorong jika konektivitas antar-wilayah sudah berkembang,” ujarnya dalam sambutannya, Kamis (4/12/2014).

Salah satu indikator bahwa perekonomian Papua Barat bisa diakselerasi adalah pertumbuhan ekonomi yang selalu di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional. Pada triwulan II-2014, ekonomi di wilayah ini tumbuh sebesar 7,9 persen dan menjadi 6,4 persen pada triwulan III-2014.

“Meskipun melambat, perekinomian Papua Barat lebih baik dari pertumbuhan ekonomi nasional,” lanjut Agus.

Sementara itu, Gubernur Papua Barat,Abraham O. Atururi mengatakan, sepanjang 11 tahun Provinsi Papua Barat berdiri, pasokan uang yang diedarkan di wilayah ini harus menunggu dari BI yang berada di Papua. “Karena itu, kami bersyukur bahwa BI membuka perwakilannya di Papua Barat. Salah satunya, kami tidak lagi harus menunggu pasokan uang dari BI di Jayapura,” ujarnya.

BI sebenarnya pernah membuka perwakilannya di Manokwari pada tahun 1959-1965 untuk membawahi wilayah Papua. Namun setelah itu, kantor tersebut ditutup pasca-pemerintahan Presiden Soekarno.

Hari ini, kantor perwakilan tersebut dibuka kembali. Beberapa kegiatan yang dijalankan adalah peredaran uang, setoran dan penarikan uang oleh bank yang beroperasi di Papua Barat, kas keliling serta sosialisasi perbankan. |Sumber: KOMPAS.com/ Bambang Priyo Jatmiko

Tinggalkan Balasan