Kepala Kanwil Kemenkumham Papua Barat, Agus Soekono.

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Kantor Wilayah (Kanwil) Kementrian Hukum dan HAM Wilayah Papua Barat memastikan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungannya bebas dari praktek percaloan.

Kepala Kanwil Kemenkumham Papua Barat, Agus Soekono mengatakan penggunaan sistem pendaftaran online dan Computer Assisted Test (CAT) dalam perekrutan CPNS ini, sangat membantu menutup ruang praktek percaloan.

“Kita bisa memberi jaminan bahwa tes ini akan berjalan tanpa ada intervensi pihak manapun dan bebas dari praktek calo,” ujar Agus di ruang kerjanya, Senin (7/8).

Dia menuturkan, kelebihan sistim online ini, jika terdapat berkas calon peserta tes yang tak sesuai, secara otomatis akan ditolak oleh sistim. Dan penggunaan sistem CAT tersebut tak bisa diakali. Sehingga yang menentukan lulus dan tidaknya adalah peserta tes sendiri. Dimana saat itu pula nilai yang diperoleh peserta ujian akan kelihatan.

Agus menjelaskan khusus perekrutan formasi jalur SMA/SMK, meski mendaftar secara online dan memperoleh nomor registarsi dari pusat, namun tesnya tetap dilakukan di daerah. Sedangkan kategori SI, DIII dan DIV, pendaftarannya secara online dan tes dilakukan di pusat.

Untuk formasi SMA/SMK, lanjut Agus, melibatkan panitia pusat yaitu Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan panitia daerah, yaitu Kanwil Kemenkumham sebagai penanggungjawabnya.

“Semua panitia, akan bekerja sesuai surat perintah yang diterbitkan. Dan untuk tes wawancaranya akan ditangani langsung oleh tim dari pusat (Jakarta). Yang menentukan lulus atau tidak adalah peserta. Jadi bukan karna bantuan atau intervensi siapa pun. Karena kita hanya memeriksa sesuai pedoman yang ditentukan panitia pusat,” tutur Agus.

Agus yang ditanya apakah terdapat perbedaan mekansime perekrutan CPNS Kemenkumham kali ini dengan sebelumnya. Dia menjawab, jika sebelumnya, peserta harus mengikuti tes fisik dan kesehatan lebih awal, setelah itu mengikuti tahapan ujian akademik.

Namun kali ini peserta akan mengikuti ujian akademik atau tes kemampuan dasar lebih dulu, kemudian disusul fisik dan kesehatan atau kesamaptaan. “Memang ada perbedaan, sekarang ujian akademik dulu, setelah dinyatakan lulus, baru bisa lanjut ke tes fisik dan kesehatan,” ucapnya.

Terakhir Agus menyebutkan, hingga kemarin pihaknya telah menerima ratusan berkas calon pesrta. Meski bigitu, dia berharap perdaftaran yang dibuka hingga 26 Agustus mendatang dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pencari kerja. (tnj)

Leave a Reply