Ilustrasi

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Sebuah kapal tongkang milik swasta karam di wilayah perbatasan perairan antara Kabupaten Manokwari dan Tambrauw.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua Barat Derek Ampnir di Manokwari, Kamis, mengatakan, kapal tersebut saat ini masih berada di pantai Mubrani.

“Sudah empat hari ini, kemarin tanggal 3 Januari kami mengecek ke Lapangan dan hingga hari ini kapal masih di lokasi,” kata Ampnir.

Belum diketahui pasti penyebab kejadian itu, pihaknya menduga kapal karam setelah terseret arus atau gelombang laut. Kapal tersebut berada pada jarak sekitar 500 meter dari bibir pantai.

Ampnir menyebutkan, belum ada kejelasan terkait status kapal ini. Informasi yang diperoleh dari warga pun masih simpang siur.

“Informasi dari warga kapal ini mengangkut sawit, ada juga warga yang bilang kapal mengangkut semen. Kami masih terus berkoordinasi dengan beberapa pihak terkait,” ujarnya.

Ia menyebutkan, pihaknya sedang mencari tahu pemilik kapal tersebut. Saat ini kapal tersebut kosong, nahkoda serta para anak buah kapal pun sudah tidak ada.

Derek mengutarakan, kejadian ini perlu dibandang sari sisi lingkungan. Kejadian ini bisa  menimbulkan dampak kerusakan terumbu karang di lokasi tersebut.

“Kajian ini biasa-biasa saja, tapi kalau berdampak pada kerusakan lingkungan tentu harus menjadi perhatian,” ujarnya.

Ia berharap, kapal tersebut bisa segera di evakuasi agar tidak mengganggu akrifitas nelayan serta menimbulkan kerusakan yang lebih besar. (ibn)

Leave a Reply