Kapolda dan Jajaran Bertamu ke Rumah Warga

MANOKWARI, Cahayapapua.com—-  Kapolda Papua Barat Brigjen Royke Lumowa dan jajarannya akhir pekan lalu, bertatap muka dengan cara bertamu ke rumah warga seperti tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat yang ada di Manokwari.

Royke mengatakan, silaturahmi ini merupakan upaya menggalang persahabatan antara Polri dengan komponen masyarakat guna menunjang pembangunan termasuk merupakan upaya menciptakan kondisi Kamtibmas yang terkendali.

“Ada keakraban berarti tidak ada pertikaian. Kita memiliki perbedaan pendapat namun dengan persahabatan tentu permusuhan dapat diminimalisir,” ujar Royke soal subtansi silaturahmi tersebut.

“Tokoh masyarakat dan tokoh agama merupakan panutan yang memberikan contoh baik. Mereka perlu kita ajak untuk sama-sama terlibat dalam menjaga kamtibmas. Itu harus,” tambah Royke.

Dalam silatuhmi ke kediaman Obeth Ayok, mantan anggota DPR Papua Barat ini menekankan bahwa kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan tanggungjawab bersama antara Polri dan masyarakat.

Ia juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada jajaran Polda Papua Barat yang telah berkunjung ke kediamannya. Silaturahmi ini diikuti pejabat utama Polda Papua Barat didampingi para istri, termasuk Kapolres Manokwari.

“Seperti inilah yang sa (saya) harapkan. Ini juga di harapkan masyarakat. Sudah dua kapolda di Papua Barat namun baru kali ini saya dikunjungi, ada semacam dukungan moril untuk masyarakat,” ujarnya.

Respon positif juga disampaikan Pendeta ML. Wanma. Ia menilai pendekatan Kapolda Papua Barat patut diapresiasi. “Pak Kapolda ini selalu membuka diri kepada masyarakat. Kalau ada apa-apa selalu mengajak kita untuk duduk bersama mencari solusi yang baik,” ujarnya.

Wanma menambahkan bahwa seberat apapun tugas bila dijalani dengan sepenuh hati atas kepentingan masyarakat tentu dapat diatasi dengan solusi terbaik.

Kapolda Royke dalam silaturahmi tersebut juga sempat menyarankan kepada pemerintah daerah agar sering duduk bersama dengan tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama membicarakan pembangunan daerah ini.

“Harus ada rasa aman baru tercipta pembangunan di Papua. Kalau sedikit-sedikit gontok-gontokan, berkelahi, lalu kapan kita mau membangun,” ujar kapolda memberi catatan.

“Antara pembangunan dan rasa aman itu saling bersinergi. Bila pembangunan bagus kan terserap tenaga kerja lalu kemiskinan bisa diatasi,” tambahnya. (MAR)

 

Tinggalkan Balasan