Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol Royke Lumowa

Kapolda Janji Ungkap Kasus Pembunuhan Sadis di Bintuni dalam 17 Hari

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com – Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Royke Lumowa berjanji akan mengungkap kasus pembunuhan sadis terhadap seorang Ibu Rumah Tangga dan dua anaknya di Kabupaten Teluk Bintuni dalam 17 hari kedepan, meski sampai saat ini belum ada satupun saksi yang ditetapkan sebagai tersangka.

“Saya pikir satu minggu sepuluh hari. Saya memberi target seperti itu mudah-mudahan terungkap,” kata Kapolda Royke Lumowa saat dicecar wartawan soal target waktu pengungkapan kasus tersebut di Manokwari, kemarin siang.

Ia mengatakan, kasus pembunuhan sadis tersebut saat ini menjadi perhatian penuh Polda Papua Barat. Ia berjanji akan terus melakukan evaluasi terhadap penyelidikan kasus yang mendapat perhatian luas publik ini. “Evaluasi terus berjalan, baik itu evaluasi pertemuan-pertemuan maupun evaluasi jarak jauh lewat komunikasi,” jelasnya.

Royke mengatakan, sejauh ini pihaknya bersama Sub Detasemen Polisi Militer Komando Resor Militer Praja Viratama Sorong telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Sejauh ini ia menerangkan sedang memeriksa 5 saksi kunci.

“Jadi saksi kuncinya sekarang ada lima orang karena mereka yang bersama-sama berkumpul pada malam sebelum kejadian sehingga mereka-mereka ini yang menjadi fokus kita,” jelasnya.

Royke melanjutkan, penetapan tersangka kasus ini masih membutuhkan bukti hasil uji forensik dari Mabes Polri yang telah dikantongi pihaknya kemarin. Meski demikian, bukti-bukti tersebut masih harus dipertajam.

“Kalau dugaan kuat pada satu orang belum ada, tetapi dugaan kuat ada untuk dua atau tiga orang. Untuk itu saya masih menunggu bukti forensik yang lebih tajam, ” tambahnya.

Kapolda mengatakan pihaknya akan menjerat tersangka sesuai UU yang berlaku. Jika tersangka merupakan warga sipil maka akan menggunakan peradilan umum, namun jika tersangka berasal dari instisusi lain maka akan menggunakan aturan hukum instisusi tersebut.

“Jika pihak sipil maka kita akan menggunakan Undang-Undang sipil yakni peradilan umum, kalau pihak lain ya kita gunakan peradilan yang bersangkutan. Itu otomatis,” ucap dia.

Disinggung soal motif pembunuhan, Kapolda mengatakan hal tersebut belum bisa diberikan mengingat saat ini pelaku belum diungkap.
Sebelumnya Kabupaten Teluk Bintuni digegerkan dengan penemuan tiga mayat yakni Frelly Dian Sari (26) yang tengah hamil 4 bulan serta dua anaknya yakni Cicilia Putri Natalia (6) dan Andika (2).  |ADITH SETYAWAN