Kapolda Papua Barat Brigjen Polisi Rudolf Albert Rodja, secara simbolis melepas seragam dinas dua anggotanya pada upacara Pemberhentian dengan Tidak Hormat atau PTDH, Kamis (28/9).

Kapolda pimpin upacara pemecatan anggota Polri

Keluarga besar Polda Papua Barat, secara resmi kehilangan 11 anggotanya. Kamis (28/9) kemarin, Kapolda Papua Barat Brigjen Polisi Rudolf Albert Rodja, memimpin secara langsung upacara Pemberhentian dengan Tidak Hormat atau PTDH kesebelas anggota tersebut.

SEBAGAI simbol pemecatan, dua anggota polisi berpangkat Aiptu berinisial MJJ dan AJ, mewakili sembilan rekannya, dilepas topi dan baju seragam dinas yang dikenakan dengan berganti pakaian sipil oleh Kapolda Rodja. Prosesi ini dikawal ketat anggota Propam Polda Papua Barat.

“Ini menjadi pelajaran berharga bagi anggota Polri yang ada di Polda Papua Barat agar PTDH  tidak terulang lagi,” kata Kapolda mengawali sambutanya dalam upacara itu.

Sebagai pimpinan, dia merasa berat dan prihatin karena harus memberhentikan anggota secara tidak dengan hormat, namun peraturan kepolisian menyatakan demikian, sehingga aturan harus ditegakan.

“Rekan – rekan yang masih bertugas di Polda Papua Barat, dinamika di dalam tugas kita sangat dinamis. Segala sesuatu bisa saja terjadi, dan sebagai kapolda, saya ingatkan agar selalu ingat dengan apa yang diajarkan agama dan aturan kepolisian supaya kita terhindar,” pesan Kapolda Rodja.

Kepada 11 mantan anggotanya, ia mengatakan bahwa dunia tidak kiamat,dan hal ini bukan akhir kehidupan. Saatnya berfikir apa yang mesti dilakukan tentu dengan hal yang positif.

“Saudara – saudara punya keluarga, anak dan istri yang tentu membutuhkan kasih sayang dan penghidupan sebagai tanggung jawab. Inilah dinamika hidup yang harus di hadapi, terimalah kemudian rencanakan untuk hari depan yang lebih baik,” pesannya.

PTDH Jilid II

Diantara 11 anggota polisi yang menjalani PTDH, enam diantaranya diketahui  ada yang melakukan pelanggaran disersi, satu anggota dipecat karena melakukan pembunuhan, dipecat karena bisnis miras ilegal, satu anggota Polwan dipecat akibat perselingkuhan, ada pula anggota yang diketahui terjerat masalah pencurian motor dan penipuan.

11 Anggota tersebut di pecat berdasarkan keputusan Kapolda Papua Barat nomor : Kep/ 282, 284, 285, 321s/d 328/ IX/ 2017 tentang pemberhentian tidak dengan hormat. Rinciannya, lima anggota berpangkat Briptu, tiga orang berpangkat Bripka, dua orang berpangkat Aiptu dan satu orang berpangkat Brigpol.

“Masih ada lagi yang akan dilakukan PTDH, mereka masih dalam proses,  sebab ini menyangkut masa depan anggota,” ungkap Kapolda Rodja.

Menurut Kapolda, dirinya sebagai pimpinan hanya bertindak mengeksekusi setelah ada keputusan sidang bagi anggotanya yang terbukti melanggar kode etik profesi.

“Jika saya tidak bersikap akan menjadi preseden buruk bagi anggota yang disiplin dan tiap hari bekerja melayani masyarakat. Jelas tertuang dalam aturan, bagi angota yang tidak  menjalankan tugas selama 30 hari disebut disersi, dan itu merupakan tindakan indisiplin, apalagi sampai melanggar mengonsumsi Narkoba atau membunuh,” tegasnya. (mar) 

Tinggalkan Balasan