Kapolres-Manokwari-AKBP-Johnny-Edizon-Isir-S.IK_

Kapolres: Sebagian Besar Kekerasan di Manokwari Akibat Miras

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Peraturan Daerah atau Perda Manokwari Nomor 5 Tahun 2006 tentang larangan pemasukan, penyimpanan, pengedaran dan penjualan serta produksi minuman beralkohol seolah tidak memiliki taring untuk menjerat pelaku usaha, pemasok, serta yang mengkonsumsi minuman keras.

Hal tersebut terbukti dengan adanya peredaran minuman keras yang masuk melalui berbagai cara, baik melalui pelabuhan besar Manokwari maupun pelabuhan kecil dan bandara. Padahal dari catatan kepolisian, sebagian besar kejahatan konvensional di Kabupaten Manokwari penyebab utamanya akibat miras.

Kapolres Manokwari Ajun Komisaris Besar Polisi Jhonny Edison Isir mengatakan, kejahatan konvensional berupa penganiayaan, pencurian dan kekerasan serta meningkatnya kekerasan dalam rumah tangga KDRT di Manokwari sebagian besar karena minuman keras.

Isir juga memetakan wilayah-wilayah yang dominan kekerasan di Manokwari yang secara umum berada di dalam Kota Manokwari yakni di Distrik Manokwari Barat, meliputi Sanggeng, Amban dan Wosi, kemudian wilayah di daerah Prafi dan Masni.

“Sementara tempat yang rentan terjadi tindak kekerasan dan penganiayaan serta pencurian lebih cenderung di perumahan, dan di jalan umum,” kata Kapolres ketika memaparkan situasi Kamtibmas Manokwari pada pertemuan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkominda), Sabtu (2/4/2016).

Kapolres mengatakan, kemungkinan kasus kekerasan di Manokwari pada tahun 2016 penyebabnya juga akan terkait dengan tingginya keberadaan minuman keras meskipun Manokwari memiliki Perda ANTI Minuman beralkohol.

“Kalau kita kaji, dalam hukum ekonomi, sesuatu yang semakin sulit didapat akan semakin mahal, pasokannya juga akan meningkat. Dengan begitu sebagian orang akan diam-diam memanfaatkan keuntungan di balik kondisi ini.

Orang akan terus mencoba baik melalui pelabuhan Pelni, pelabuhan Anggrem maupun pelabuhan Marampa atau pesisir lain seperti arah Pantura, Bakaro hingga Sowi, sementara melalui jalur darat yakni dari Bintuni, Sorong dan Kebar (untuk memasukan miras ke Manokwari),” terang kapolres. “Padahal miras sangat membayakan masyarakat Papua.

Kapolres mengatakan, sebagai instisusi yang salah satu tugasnya memberantas peredaran minuman keras, pihaknya telah berupaya semaksimal mungkin untuk menekan peredaran barang haram tersebut di kota Manokwari. “Namun kami tentu ada keterbatasan, tidak bisa selalu mengawasi, selama 24 jam,” kata Kapolres.

Lalu bagaimana tanggapan pemerintahan baru Kabupaten Manokwari menyikapi persoalan ini Bupati Manokwari Demas Paulus Mandacan mengatakan dirinya sangat mendukung agar Perda anti Miras ditegakkan.

“Namun saya tidak tahu apakah didalam APBD tahun 2016 ini dimasukan anggaran untuk pemberantasan Miras atau tidak. Yang jelas ditahun 2017 kami akan siapkan anggaran pemberantasan Miras, dengan melibatkan unsur TNI Polri. Kami berkomitmen agar Miras tidak beredar di Manokwari,” kata Bupati berjanji.

Meski demikian, Demas yang lantik Februari lalu ini mengatakan, jika APBD Manokwari tahun 2016 mencukupi, dirinya akan menyisihkan sebagian anggaran untuk pemberantasan Miras. “Bahkan bagi yang melapor peredaran Miras disertai bukti, kami akan bayar (beri hadiah),” bupati memberikan jaminan.

Selain biaya yang digunakan untuk pemberantasan Miras di Kabupaten Manokwari, Demas berjanji kedepan pihaknya akan mengkaji kembali Perda Miras 2006 agar efektif menjerat pemain Miras.

Sebelumnya Ketua Majelis Rakyat Papua Barat MRPB Vitalis Yumte dalam acara Paskah Budaya (peringatan hari Paskah yang melibatkan masyarakat adat dari seluruh kabupaten di Papua Barat) menyatakan bahwa peredaran Miras yang makin liar di Manokwari sudah tidak bias ditolerir.

“Miras saat ini sudah beredar luas di di Kota Injil (Manokwari). Jika ada yang menyebut Miras juga merupakan bagian dari pendapatan daerah, saya pikir alasan yang lebih prinsipil (harus diutamakan) karena bahaya Miras telah merenggut nyawa orang Papua,” Vitalis menegaskan. (MAR)

Leave a Reply

%d bloggers like this: