Mensos RI Khofifah Indar Parawansa memberi penjelasan pengunaan kartu sakti Jokowi di Manokwari Senin 11 Mei 2015. |CAHAYAPAPUA.com |Muhammad Rizaldy

Kartu Indonesia Pintar di Manokwari Gunakan Data 2011

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com – Penerbitan Kartu Indonesia Pintar (KIP) di wilayah kabupaten Manokwari, Papua Barat, masih mengacu pada data masyarakat miskin pada tahun 2011.

Kepala Bidang Bantuan Sosial Dinas Kesejahteraan Sosial Manokwari Marthen Baransano, Jumat (2/9/2016), mengatakan,  penerbitan KIP merupakan kewenangan kementerian yang didistribusikan ke daerah melalui kantor pos.

Dia menyebutkan, data penerima kartu tersebut disesuaikan data warga miskin dari Badan Pusat Statistik (BPS) daerah. Marthen menilai, pendataan penerima calon KIP perlu regulasi agar dinas sosial bisa terlibat secara maksimal.

“Selama ini kami tidak terlibat dalam melakukan verifikasi data. Ini butuh regulasi yang setidaknya dibuat oleh gubernur untuk menindaklanjuti peraturan menteri,” ujarnya.

Ia menjelaskan, program KIP diperuntukan bagi anak enam tahun hingga 21 tahun. Data yang dihimpun menyebutkan, jumlah Kartu Indonesia Pintar yang dikirim untuk wilayah Kabupaten Manokwari sesuai data kementerian pendidikan dan kebudayaan sebanyak 17.897 keping.

Jumlah ini tersebar di sembilan distrik/kecamatan. Distik Manokwari Barat sebanyak 7.031 keping, Manokwari Selatan 2.214, Manokwari Timur 1.943, Manokwari Utara 628, Masni 2.222, Prafi 345, Sidey 1000, Tanah Rubuh 712, dan Distrik Warmare 1.702.

Sementara untuk Provinsi Papua Barat secara keseluruhan sebanyak 111.724 keping, yang tersebar di 13 kabupaten/kota. Kabupaten Fakfak sebanyak 10.090 keping, Kaimana 6.738, Manokwari 17.897, Manokwari Selatan 4.987, Maybrat 3.815, Pegunungan Arfak 4.939, Raja Ampat 8.920, Sorong 12.247, Sorong Selatan 9.050, Tambrauw 2.278, Teluk Bintuni 5.003, Teluk Wondama 5.127, dan Kota Sorong 20.633. (IBN)

Tinggalkan Balasan