Kartu Sakti Jokowi. | Ist

Kartu Sakti Jokowi Tumpang Tindih dengan Program Keluarga Harapan

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com–Program Kartu Sakti Jokowi akan mengalami tumpang tindih data dengan program Keluarga Harapan.

“Menurut saya ada tumpang tindih, sehingga jika kartu tersebut masuk dan dijalankan maka PKH (Program Keluarga Harapan) harus dihapus,” kata Kepala Dinas Sosial Provinsi Papua Barat, Lasarus Indou di Manokwari, Senin (1/12/2014).

Lasarus menjelaskan, tumpang tindih data dikarenakan akan ada keluarga yang menerima program tersebut double, sehingga program kartu Sakti Jokowi akan kontradiksi dengan program Keluarga Harapan.

Saat ini salah satu staf Dinas Sosial Provinsi Papua Barat telah mengikuti kelanjutan Program Kartu Indonesia Sehat, meski bertolak belakang dengan program yang sudah ada.

Dinas Sosial Papua Barat sendiri akan tetap mendukung setiap program yang dijalankan oleh pemerintah pusat.

“Inikan namanya instruksi jadi pertama kita akan coba dulu, karena itu peraturan pemerintah pusat, sehingga kita yang di daerah hanya sebagai perpanjangan tangan, namun pertama kita akan tetap dilakukan, jika terjadi kekurangan maka kami akan memberikan saran untuk pusat, karena kondisi objektif di Papua berbeda dengan lainnya,”jelasnya.

Beberapa waktu lalu, Presiden Jokowi telah menerbitkan empat kartu perlindungan sosial, yaitu Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, Kartu Keluarga Sejahtera, dan Kartu Simpanan Keluarga Sejahtera.|ADITH SETYAWAN

 

EDITOR: JUSRIWANTO

Tinggalkan Balasan