Bupati Teluk Bintuni Petrus Kasihiw (kanan).

Kasihiw Bersiap Rombak Kabinet

BINTUNI, Cahayapapua.com—- Bupati Kabupaten Teluk Bintuni Petrus Kasihiw menjanjikan akan berhati-hati dalam merombak ‘kabinet’ kerjanya, sekaligus menegaskan bahwa pergantian para pembantunya tersebut agar tidak dimaknai masyarakat sebagai ajang balas dendam politik pasca Pilkada.

“Jadi kita juga hati-hati dalam melakukan resuffle (pergantian) ini, tapi ini juga bukan ajang balas dendam ya..,” kata Petrus Kasihiw usai menghadiri pembukaan rapat paripurna pembahasan raperda non APBD di Gedung DPRD Bintuni Jumat lalu.

Petrus Kasihiw mengatakan bahwa resuffle kabinet merupakan hal biasa dalam sistem pemerintahan, apalagi dalam pergantian kepemimpinan yang dimaknai sebagai penyegaran birokrasi. Namun ia menegaskan resuffle tersebut akan Tetap mengacu pada Undang-Undang Aparatur Sipil Negara.

“Memang ada job-job tertentu yang harus dilelang jabatan. Tapi kalau kita mau lelang jumlah kita cuma segitu masa mau dilelang. Orangnya kita sudah tahu, kita sudah bisa lihat kemampuannya,” kata dia menambahkan.

“Intinya kita ingin melakukan yang terbaik. Bagi saya menempatkan pejabat harus sesuai kompetensi yang dimiliki dibidangnya dan loyalitas kepada pimpinan secara berjenjang. Mudah-mudahan seperti itu, bisa juga lebih cepat tapi yang cepat itu belum tentu bagus juga,” bupati menambahkan.

Lalu siapa saja yang bakal diresuffle? Petrus Kasihiw tidak menegaskan hal tersebut. Namun ia menyatakan kekosongan pimpinan pada sejumlah satuan kerja perangkat daerah di Bintuni yang saat ini ditempati pelaksana tugas belum tentu diganti.

“Kalau kita ganti yang plt ini nanti takutnya salah-salah, nanti siapa yang mau tangguangjawab karena sudah mau akhir tahun, nanti pertanggungjawaban keuangan ini seperti apa. Kalau opini BPK sudah dua kali, jangan-jangan nanti terjun bebas (opini keuangan) jadi disclaimer,” katanya. (ART)

Tinggalkan Balasan