Kasus Korupsi Sapi Belum Diserahkan ke Pengadilan Tipikor

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com — Kejari Manokwari akan menyerahkan berkas tersangka korupsi swasembada sapi tahun 2012 di Dinas Peternakan Papua Barat, Amran Yusuf dan Sumarni, ke Pengadilan Tipikor setelah menggelar ekspos kasus tersebut.

“Kami masih menunggu Kajari Manokwari tiba di Manokwari dari dinas luar. Setelah itu baru digelar ekspos,” kata Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Manokwari Jhon Ilef soal alasan belum digelarnya ekspos, Jumat (13/2/2015).

Amran Yusuf dan Sumarni yang terjerat dalam kasus senilai Rp. 6,1 miliar ini masih ditahan Lapas Manokwari sambil menunggu persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Papua Barat.

Sementara barang bukti berupa 6 mobil dan 3 motor yang disita dari rumah mereka di Masni dan Kota Manokwari telah dititipkan ke Rumah Barang Sitaan dan Rampasan Negara Arfai. Barang bukti tersebut disita aparat Polres Manokwari yang kemudian diserahkan ke Kejari Manokwari. “Selain mobil dan motor, barang bukti lain seperti dokumen dan barang lainnya tetap disimpan di Kejaksaan Negeri Manokwari,” kata Jhon.

Kedua tersangka dijerat pasal 2 dan 3 Undang Undang RI nomor 31 tahun 1999, Jo Undang Undang RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.Duduk kasus keduanya begini, seperti dijelaskan Jhon Ilef. Kedua tersangka itu menangani sejumlah kelompok tani penerima sapi dalam program swasembada sapi. Sesuai aturan, setelah petani menerima sapi, mereka juga akan diberikan sejumlah uang untuk memelihara sapi-sapi tersebut. Namun para tersangka itu hanya menyerahkan sapi, sementara uang yang seharusnya diterima petani secara utuh diduga di mark up. Caranya, mereka meminta para kelompok tani yang akan menerima uang melalui bank mencairkan dana tersebut di bank. Uang tersebut kemudian diserahkan ke mereka. “Pencairan dana yang dilakukan kedua tersangka tak sesuai atau tidak betul, dimana banyak dana yang telah di mark up,” kata Jhon. |TAKDIR