Anak Aibon

BINTUNI, Cahayapapua.com— Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB, Kabupaten Teluk Bintuni, mengakui penderita pecandu lem aibon di Bintuni mulai menjamur. 

Kepala Bidang Perlindungan Anak, Natania Okrofa Jumat pekan kemarin mengatakan dari sejumlah informasi yang diterima pihaknya dan survei ke lapangan, kasus pecandu lem aibon di Bintuni kebanyakan menyerang anak-anak pada usia SD.

Menurut dia hal ini tentunya menghawatirkan bagi keberlangsungan generasi penerus di Bintuni. Karena jika kasus ini dibiarkan maka akan merusak moral anak bangsa.

“Kami berencana dalam waktu beberapa hari kedepan akan lakukan patroli malam, atau masuk keluar lorong di wilayah kota untuk cek- cej kalau mungkin ada yang kecanduan kita adakan pendekatan ke mereka, di mana keberadaan orang tua mereka, kalau misalnya kita dapat ada yang sudah kecanduan kita akan lakukan pendampingan,” katanya di kantor Bupati.

Bukan hanya patroli, dinas juga berencana akan melakukan sosialisasi dor to dor ke sekolah -sekolah untuk menyampaikan bahaya lem aibon dan bijak penggunaan smartphone serta bagaimana menanganinya.

Ia menghimbau kepada seluruh orang tua agar lebih waspada kepada anaknya Karena pondasi utama untuk membangun kepribadian anak adalah keluarga, selain faktor lingkungan dan teman- teman disekitarnya.

Terkait data kasus, pihaknya belum memiliki, karena belum pernah melakukan pendataan. Namun sudah tentu akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

Sementara mengenai kendala, ia mengaku ada keterbatasan anggaran untuk melakukan sosialisasi bahaya aibon secara rutin. Sehingga tidak dapat melaksanakan tugas dengan maksimal. (art)

Leave a Reply