Tim Labfor Polres Sorong Kota

Kasus Pembunuhan Malanu, Polisi Ambil Sample Darah Saksi

SORONG, Cahayapapua.com— Masih terlintas diingatan warga Kota Sorong dan sekitarnya kasus pembunuhan ibu dan anak yang terjadi di jalan F.Kalasuat Malanu Kampung sekitar Kampus UKIP pada Rabu, (22/10/2016) silam.

http://www.cahayapapua.com/kejar-pembunuh-ibu-dan-anak-sorong-polisi-kembali-olah-tkp/

Hingga saat ini Polres Sorong Kota belum juga menetapkan tersangka utama dibalik kasus ini. Namun polisi menyatakan pengembangan kasus terus dilakukan salah satunya dengan mengambil sampel darah lima orang saksi antara lain WW, SS, SHB, AD, KHB pada Sabtu, (5/2) pekan lalu.

“Pengembangan perkara kasus pembunuhan ini terus kami lakukan, dan saat ini kami mengambil sampel darah lima saksi sebagai pembanding dengan hasil test DNA dan darah yang sudah dilakukan oleh tim puslafbor Makassar dan Mabes POLRI,” kata Kasat Reskrim Polres Sorong Kota, Fernando S. Saragih.

Fernando menjelaskan bahwa pengambilan sampel darah kedua kalinya ini selain sebagai pembanding juga untuk memecahkan teka-teki jawaban siapa dibalik peristiwa berdarah yang merengut nyawa IS dan VY.

Pengambilan sampel darah diruang kerja Kasat reskrim berjalan tanpa ada kendala dan dihadiri oleh kelima saksi baik dari keluarga maupun dari pihak penyidik Reskrim Polres Sorong Kota.

Diakui pula oleh Fernando bahwa penyidik harus ekstra teliti mengingat saat kejadian kondisi rumah korban sangat sepi tanpa ada saksi mata yang melihat secara langsung.

“Namun berkat kejelian dan ketelitian akhirnya bukti-bukti awal disekitar tempat kejadian perkara (TKP) berhasil diperoleh oleh tim penyidik dan kalau mau dikata kasus ini hampir sama tingkat kesulitannya dengan kasus kopi sianida di Jakarta,” klaim Fernando.

Adapun pengambilan sampel darah ini dilakukan oleh tim dokter Polres Sorong Kota, dimana Salah satu saksi statusnya tahanan karena tersangkut kasus pelanggaran undang-undang darurat, sementara empat orang saksi termasuk suami korban setelah sesi pengambilan sampel darah langsung diperbolehkan pulang.

“Saksi yang berstatus tahanan serta residivis yaitu SS tetap kami tahan karena masih dalam proses pelanggaran undang-undang darurat. Sampai saat ini sudah 21 saksi yang diperiksa. Hasil dari pengambilan sampel darah ini kami akan tunggu setelah diperiksa, kapan hasilnya keluar kita pada prinsipnya hanya menunggu,” tandas Fernando. (NSR)

Tinggalkan Balasan