Rambu dan pembatas jalan yang dirusak massa di depan pasar Tingkat Sanggeng, Manokwari, Papua Barat, Senin (13/1/2015). | CAHAYAPAPUA.com | Takdir

Kasus Sanggeng, Polisi Periksa 3 Saksi

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com—- Pasca tewasnya warga Sanggeng, Moga Urus Karubui, satuan Reskrim Polres Manokwari telah memeriksa tiga saksi dari enam saksi yang dipanggil. Ketiga saksi yakni KP, Y dan A.

Kapolres Manokwari, AKBP Johnny Edizon Isir melalui Kasat Reskrimnya, AKP Tommy Pontororing, SH mengatakan ketiga saksi yang di periksa penyidik Polres Manokwari merupakan saksi yang melihat bahkan mendengar adanya keributan saat sedang dilakukan pesta miras. Namun hasil pemeriksaan penyidik polres belum bisa disimpulkan, sebab tiga saksi masih dalam proses pemeriksan.

“Kami telah memanggil 6 saksi untuk di mintai keterangannya, tetapi yang kami periksa terlebih dahulu 3 saksi. Nanti 3 saksi lainnya akan menyusul,” kata Tommy. (Baca: Amuk Massa di Manokwari, 2 Oknum TNI dan Polisi Ditangkap)

Sementara dua terduga pelaku penganiayaan terhadap korban, Moga Urus Karubui, warga kompleks Sanggeng Dalam, yang mengakibatkan korban meninggal dunia telah diamankan oleh satuan Polisi Militer, Kodim 1703 Manokwari dan satuan Propam Polres Manokwari untuk proses penyidikan.

Kedua terduga pelaku penganiayaan berinisial YDA merupakan oknum anggota TNI Kodim 1703 Manokwari dan YA merupakan oknum anggota Polres Wondama yang telah diamankan oleh anggota Propam Polres Manokwari untuk pemeriksan selanjutnya.

Terduga pelaku ini telah dimintai keterangannya secara intensif oleh kesatuannya masing-masing.

Korban meninggal diduga dikeroyok, usai mereka melakukan pesta miras. Diduga telah terjadi kesalapahaman di antara mereka, sehingga berujung terjadinya perkelahian yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Akibat kematian korban, keluarga lalu mendatangi rumah korban di Jalan Karya ABRI, sekitar puklu 06.00 WIT. Sesampainya di rumah terduga pelaku penganiayaan, keluarga korban tidak menemui satupun orang di rumah tersebut. Akibatnya keluarga korban mengamuk dan melempari rumah tersebut dengan batu hingga sejumlah kaca depan rumah tersebut berguguran.

Selain itu, sejumlah perabotan rumah tersebut turut menjadi sasaran amuk massa, sehingga isi rumah dan perabotan rumah hancur berantakan.

Tidak puas merusak rumah, keluarga korban kembali melakukan aksinya dengan memblokade Jalan Yos Sudarso (depan pasar tingkat) dengan menggunakan sejumlah batu dan kayu.

Bahkan sebuah pos retribusi parkir dan sejumlah rambu lalulintas menjadi sasaran amuk massa. Bahkan sejumlah lapak penjual dibakar massa.

Atas aksi ini, sejumlah pedagang di Pasar Tingkat Sanggeng dan pemilik toko terpaksa menutup tokonya lebih awal. Bahkan sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi kejadian berlarian untuk menyelamatkan diri dari amuk massa.

Setelah melakukan aksi pemalangan jalan selama empat jam, puluhan aparat kepolisian dan aparat TNI Kodim 1703 Manokwari tiba di lokasi kejadian untuk menenangkan massa yang emosi.

Atas kejadian itu, aparat kepolisian, TNI dan keluarga korban langsung melakukan pertemuan untuk menyelesaikan persoalan ini, agar tidak melebar.

Setelah keluarga korban melakukan dialog dengan Kapolres Manokwari dan Dandim 1703 Manokwari, warga pun akhirnya membuka blokade jala , sehingga akses lalulintas yang sempat terhenti kembali normal. |TAKDIR

Tinggalkan Balasan