Mobil barang bukti kasus korupsi sapi di Papua Barat. | CAHAYAPAPUA.com | Takdir

Kasus Sapi, Amrin dan Sumarni Diduga Rugikan Negara Rp 6,1 Miliar

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com— Dalam dugaan Korupsi Swasembada Sapi tahun 2012 di Dinas Peternakan Papua Barat, tersangka Amrin dan Sumarni diduga telah merugikan Negara sebesar Rp 6,1 miliar.

Kapolres Manokwari AKBP John Edizon Isir, melalui Kasat Reskrim AKP Tommy H Pontororing, SH, Rabu (14/1/2015) menjelaskan, dari hasil audit BPKP, dua tersangka tersebut dipercaya mengolah dana senilai Rp 8,5 miliar.

Namun berdasarkan hasil Audit Perhitungan Kerugian keuangan negara (APKKN) dari BPKP Papua Barat, negara mengalami kerugian senilai Rp 6,1 miliar.

Dijelaskan, sisa anggaran senilai Rp 37,5 miliar masih dalam penyidikan Polres Manokwari terhadap dua tersangka lainnya, yakni Kepala Dinas Peternakan Papua Barat, Hary T Uhi selaku KPA, Ruben J Rumere selaku Pejabat Pelaksana Kegiatan (PPK) di  Dinas Peternakan Papua Barat.

“Hasil audit BPKP nantinya akan ditambah  dengan kerugian negara dari dua tersangka sebelumnya, Amrin dan Sumarni senilai Rp, 6,1 miliar,” ungkapnya.

Sementara Ketua BPKP Papua Barat Sumitro ketika ditemui wartawan usai menghadiri pelantikan 11 anggota DPR Papua Barat mengatakan, hasil audit dua tersangka (Amrin dan sumarni) telah diserahkan ke Polres Manokwari. Dimana hasil audit BPK Papua Barat telah menemukan kerugian negara senilai Rp 7, 2 miliar.

Hasil audit BPKP Papua Barat senilai Rp 7,2 miliar ini dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Manokwari, AKP Tommy H Pontororing. Tetapi nilainya menurut dia, tidak seperti itu. Karena dari hasil audit BPKP Papua Barat dalam dana senilai Rp 7,2 miliar, ada dana senilai Rp 1 miliar yang masih bersifat umum.

“Dana Rp 1 miliar tersebut  tidak dikelola oleh kedua tersangka (Amrin dan Sumarni). Perhitungan kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi swasembada sapi  di Dinas Peternakan Papua Barat tahun 2012 hanya senilai Rp 6,1 miliar,” ungkapnya. |TAKDIR

Tinggalkan Balasan