Barang bukti kasus korupsi sapi di Papua Barat. | CAHAYAPAPUA.com | Takdir

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com– Hingga saat ini Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejari Manokwari belum memeriksa berkas dua tersangka Amran Yusuf dan tersangka Sumarni dalam kasus dugaan korupsi swasembada sapi 2012 di Dinas Peternakan Papua Barat, yang diserahkan Polres Manokwari, Jumat (16/1/2015) lalu.

“Berkas yang diserahkan polres pekan lalu belum kami periksa, sebab ada sejumlah kesibukan. Kami memiliki waktu 14 hari untuk melakukan pemeriksaan berkas tersebut,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Manokwari, Timbul Tamba, SH melalui Kasi Pidsusnya, Jhon Ilef M, SH di Manokwari, Selasa (20/1/2015).

Dijelaskan, dalam waktu dekat berkas tersebut akan diteliti, apakah berkas yang telah diserahkan ini sesuai petunjuk yang telah tertera di P.19 dari kejaksaan atau tidak. Jika belum sesuai maka berkas tersebut akan dikembalikan untuk di lengkapi.

“Kami berharap jika petunjuk yang telah disampaikan penyidik kejaksaan ke Penyidik Polres Manokwari dilengkapi, maka kejaksaan akan mengeluarkan penetapan P.21 alias berkas dinyatakan lengakap, dan menunggu penyerahkan barang bukti dan dua tersangka ke kejaksaan,” ungkapnya.

Tersangka Amran Yusuf tercatat sebagai Ketua Himpunan Peternak Indonesia wilayah Papua Barat, dan tersangka Sumarni berperan selaku Ketua Kelompok Peternak di Kampung Sumberboga di Distrik Masni.

Kedua tersangka diduga menyalahgunakan dana bansos 2012 senilai Rp 26 miliar serta pengadaan barang dan jasa senilai Rp 17 miliar, untuk beberapa item kegiatan.

Namun tidak semua item pekerjaan ada kaitannya dengan item pekerjaan dari kedua tersangka Amran Yusuf dan Sumarni.

Secara rinci tersangka Amran Yusuf dan Sumarni untuk dana bansos senilai Rp 26 miliar bersumber dari dana APBN, terdapat adanya 8 item pekerjaan. Sedangkan yang terkait dugaan korupsi ada di 8 item tersebut hanya 4 yakni, poin 1,4,5 dan poin 8, untuk pekerjaan barang dan jasa senilai Rp 17 Miliar, terdiri dari 19 item pekerjaan, tidak semuanya item pekerjaan dikerjakan kedua tersangka, namun tersangka hanya terlibat di poin ke 3, dimana terkait tentang pengadaan 10 ekor sapi bibit pejantan, selaku pemasok sapi Bali untuk di edarkan di Manokwari dan Sorong.

Sementara dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi swasembada sapi tahun 2012 ini, penyidik Polres Manokwari telah menetapkan 4 orang tersangka, di antaranya Kepala Dinas Peternakan Papua Barat, Hary T Uhi selaku KPA, Ruben J Rumere, selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pada Dinas Peternakan Papua barat, Amrin Yusuf selaku Ketua Himpunan Peternak Indonesia wilayah Papua Barat dan Sumarni berperan selaku Ketua Kelompok Peternak di Kampung Sumberboga di Distrik Masni. Dua tersangka kini di tahan di ruang sel Mapolres Manokwari. |TAKDIR

Leave a Reply