Tersangka kasus dugaan korupsi penyelewengan dana swasembada sapi di Dinas Peternakan Papua Barat ketika turun dari mobil tahanan Polres Manokwari di kantor Kejari Manokwari. | CAHAYAPAPUA.com | Takdir

Kasus Sapi, Penyidik Terbang ke Fakfak dan Sorong

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com—- Untuk melengkapi berkas tersangka dugaan kasus korupsi swasembada sapi di Dinas Peternakan Provinsi Papua Barat Tahun 2012, sejumlah tim penyidik dari Polres Manokwari dikirim ke Kabupaten Fakfak dan Kabupaten Sorong.

Kapolres Manokwari, AKBP. Jhon Edizon Isir, S.IK., MTCP yang dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim AKP. Tommy H. Pontororing, SH membenarkan jika keberangkatan tim penyidik di kedua kabupaten tersebut dalam rangka penyidikan lokasi penyerahan bantuan sapi.

Keberangkatan tim untuk menyempurnakan berkas perkara tersangka Hary T. Uhi (Kadis Peternakan Papua Barat) dan Ruben J. Rumere (Pejabat Pembuat Komitmen/PPK Dinas Peternakan Papua Barat).

“Berkas perkara kedua tersangka masih dalam penyusunan tim penyidik. Dan untuk melengkapi berkas penyerahan sebelum diserahkan ke Kejaksaan, maka diberangkatkan tim penyidik ke Kabupaten Fakfak dan Sorong untuk menyidik lokasi penyerahan bantuan sapi,” aku Kasat Reskrim.

Sekembali tim penyidik dari kedua kabupaten, selanjutnya berkas yang telah di susun akan diserahkan ke Kejaksaan Negeri Manokwari untuk pemeriksaan. “Harapannya pada tahun 2015, berkas kedua tersangka tuntas dan rampung, sehingga dilanjutkan proses persidangan di Pengadilan Tipikor Papua Barat,” kata Tommy.

Kasus dugaan korupsi swasembada sapi tahun 2012 di Dinas Peternakan Papua Barat disinyalir penyidik merugikan negara senilai Rp. 46 Milar. Kasus ini telah menyeret sebanyak 4 (empat) tersangka. Khusus, tersangka Amrin Yusuf (Ketua Himpunan Peternak Indonesia wilayah Papua Barat) dan Sumarni (Ketua Kelompok Peternak di Kampung Sumberboga Distrik Masni), berkas perkaranya sudah P.21 dan menunggu penyerahan berkas serta barang bukti ke Pengadilan Tipikor Papua Barat. |TAKDIR

Tinggalkan Balasan