Anggota Polda Papua Barat saat melakukan razia di salah satu Tempat Hiburan Malam (THM) karaoke di kota Manokwari Selasa malam lalu. Polisi menemukan 23 botol minuman keras (Miras) impor dari razia tersebut.

Kasus seragam sekolah di karaoke Double Qyu, 11 orang diperiksa

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Papua Barat, kini mendalami otak penggunaan seragam sekolah oleh enam ladies di karaoke Double Qyu.

Kepala Bidang Humas Polda Papua Barat, AKBP Hary Supriono, mengatakan meski kasus ini telah ditingkatkan ke tahap penyidikan, namun penyidik masih mengumpulkan bukti tambahan untuk menetapkan seseorang sebagai tersangka.

“Proses tetap lanjut, masih didalami otak dari penggunaan seragam sekolah ini, karena itu penyidik masih butuh bukti tambahan,” kata Supriyonoi Rabu lalu.

Dia menyebutkan, dalam kasus ini, 11 orang telah dimintai keterangannya dan Penyidik sementara menggunakanUU nomor 21 tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang.

Masing-masing yang diperiksa, selain enam ladies berinisial RS, Yl, YS, ET, RM, VT, dan general manager Double Qyu serta Ketua Asosiasi Pengusaha Karaoke.

“Alat bukti yang telah disita adalah pakaian seragam SD, SMP dan SMA yang digunakan keenam ladies,” ucapnya.

Diketahui, keenam ladies karaoke Double Qyu yang beralamat di Jalan Trikora, Biryosi ini, diamankan personel Polda Papua Barat, Sabtu (9/9) dini hari sekitar pukul 02.00 WIT. Mereka diketahui menemani tamu menggunakan seragam sekolah sambil memandu lagu dan menenggak Miras. (cr-80) 

 

Tinggalkan Balasan