Prosesi sidang tindak disiplin Kodim Manokwari beberapa waktu lalu.

Kedapatan Mabuk, Kenaikan Pangkat Seorang Bintara TNI Ditunda

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Komandan Distrik Militer 1703 Manokwari, Letkol Inf Andy Parulian Simanjutak, menghukum seorang anggota berpangkat bintara yang kedapatan mabuk akibat mengkonsumsi minuman beralkohol.

Ditemui di ruang kerjanya, Kamis (14/4), Dandim mengatakan, sidang tindak disiplin bagi personil berinisial NU itu sudah dilaksanakan beberapa waktu lalu. Sanksi pun telah dijatuhkan pada sidang yang digelar di markas Kodim 1703 Manokwari tersebut.

Andy menyebutkan, yang bersangkutan mendapat sanksi berupa tiga kali penundaan kenaikan pangkat, pencabutan hak sekolah militer dan menjalani penahanan selama 21 hari.

“Kami telah berkomitmen, harus memberi tindakan tegas bagi anggota yang melakukan penyimpangan dan pelanggaran,” kata dia.

Disisi lain, lanjut Dandim, hal ini merupakan upaya Kodim untuk membentengi personilnya agar tidak terlibat dalam kasus minuman keras atau miras. Baik sebagai penjual, membantu perdagangan dan peredaran miras maupun mengkonsumsi minuman haram tersebut.

Pada kesempatan itu, ia mengatakan bahwa dirinya yakin, ada oknum anggota Kodim yang terlibat dalam kasus miras. Untuk itu, tindakan disiplin akan terus dilakukan, demi memastikan institusi militer ini terbebas dari kasus tersebut.

“Saya yakin miras sangat erat dengan narkoba (Narkotika dan obat-obatan terlarang) dan HIV/AIDS. Saya tidak mau anggota saya sakit-sakitan akibat miras, narkoba, dan HIV/AIDS,” ujarnya lagi.

Dia menjelaskan, kasus HIV/AIDS di Papua Barat, tertinggi di Indonesia. Pengidap HIV/AIDS di Papua Barat mencapai 3,2 persen dari angka rata-rata 0,4 persen kasus HIV/AIDS di setiap daerah di Indonesia.

“Kita di Provinsi Papua Barat tertinggi dengan prosentasi 3,2 persen. Disusul  Provinsi Papua 2,4 persen,” kata dia lagi.

Sementara pada kasus narkoba, jumlah kasus narkoba di daerah ini pun terus meningkat. Di tahun 2015 lalu, peningkatan mencapai 13 persen.

“Peningkatan pun terjadi pada kasus miras, dan di wilayah Papua banyak kasus kematian akibat miras. Baik karena mengkonsumsi maupun karena kejahatan yang dipicu miras,” ujarnya.

Dandim akan menindak tegas setiap personil yang terlibat miras. Ia pun mengimbau warga menyampaikan laporan jika melihat ada personil Kodim yang terlibat dalam perdagangan Miras di Manokwari. (ACS)

Tinggalkan Balasan