Ilustrasi miras. Foto: Ist

Kedok toko elektronik penimbun ribuan botol Vodka terbongkar

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Kedok sebuah toko elektronik, beralamat di kompleks AMD, Jalan Trikora Wosi, terbongkar dalam operasi satuan tugas (Satgas) terpadu pemberantasan minuman keras Papua Barat, Selasa pagi, (14/11).  Toko tersebut, yang bernama Bintang Jaya, ternyata selama ini juga menjadi gudang penyimpanan minuman keras.

Miras yang berhasil dibongkar dari toko tersebut berjenis Vodka Robinson, dengan ukuran 700 mili liter, berjumlah 12.000 botol yang terbungkus rapi dalam 250 karton, yang langsung dilaporkan kepada Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan.

Sialnya meski telah berhasil membongkar kedok toko tersebut, ternyata sang pemilik toko bernama alias Tolle, tidak berdomisili di Manokwari. Dia kini menjadi target buruan tim.

Ketua Satgas Terpadu, Oktovianus Mayor, mengatakan, toko tersebut tidak memiliki izin resmi menyimpan Miras  sehingga ia berharap Pemda Manokwari memastikan kembali izin toko tersebut.

Oktovinus mengatakan, temuan tersebut tidak berakhir disitu karena timnya akan menelusuri rantai distribusi Miras toko tersebut.

Dia mengatakan Satgas terpadu akan terus bergerak untuk mencari penimbun Miras berskala besar di Manokwari. Menurutnya pemberantasan Miras di daerah ini harus dimulai dengan membongkar distributor berskala besar macam Toko Bintang Jaya.

“Kita akan cari cari setiap sumber (Miras) di daerah ini. Sumber distributor berkedok ilegal seperti ini sangat merugikan Pemda terkait PAD dan juga masyarakat,” ujarnya.

Sebelum kedok Toko Bintang Jaya terbongkar, pada Senin lalu Satgas Polres Manokwari membongkar kepemilikan 305 karton Miras jenis Vodka Robinson 700 ml yang dibawa dua mobil ke arah toko tersebut.

Sejumlah saksi diamankan dari penangkapan itu. Nyanyian mereka kepada Satgas Polres membawa tim mengendus toko tersebut. Hasilnya tim Satgas Terpadu beraksi Selasa kemarin.

Sementara itu Bupati Manokwari Demas Paulus Mandacan yang mendengar kabar pengerebekan tersebut, langsung menuju Toko Bintang Jaya. Demas kaget melihat fakta toko tersebut sebagai tempat penyimpanan Miras dan berjanji akan mengkaji ulang ijin toko tersebut.

“Saya secepatnya akan berkordinasi dengan OPD terkait terkait jenis tempat usaha dan ijin usahanya. Temuan ini menjadi koreksi kepada OPD Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), OPD terkait. Jika terbukti melanggar, ijin  Toko Bintang Jaya bisa dicabut,” kata Demas.

Dengan temuan tersebut, Demas mengatakan Satgas terpadu perlu terlibat secara langsung dalam bongkar muat di pelabuhan peti kemas. Dia mengatakan barang kontainer harus dibongkar di pelabuhan agar memastikan tidak ada penyelundupan Miras melalui ekspedisi.

Sementara itu, Kepala PTSP Manokwari Pintu Ferry Lukas, yang hendak dikonfirmasi mengenai temuan pada toko tersebut enggan menemui wartawan. Cahaya Papua menunggu selama dua jam di kantor tersebut untuk bertemu dirinya namun tidak berhasil. (cr-80)

 

Tinggalkan Balasan