Kepompong yang yang diamankan dari seorang wisatawan Prancis di Manokwai, telah berubah menjadi kupu-kupu yang indah berwarna kuning keemasan. (doc.cahayapapua )

Kedubes Prancis Utus Pengacara ke Manokwari

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Kantor Kedutaan Besar Prancis untuk Indonesia mengutus pengacara Nurul mendampingi wisatawan Prancis yang tertangkap di Manokwari, Papua Barat, beberapa waktu silam.

Kepala Seksi Wilayah Satu Kantor Balai Pengawasan dan Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Maluku-Papua Adrianus Mosa di Manokwari, Senin, mengatakan, pengacara utusan kantor kedutaan Perancis sudah berkoordinasi dengan pihak Balai, Senin (13/3).

“Tadi sudah bertemu dengan kami di ruang kepala balai. Pertemuan tersebut sebatas koordinasi tekait kasus tersebut,” kata dia.

Beberapa waktu silam, Balai Pengawasan dan Penegakan Hukum Kementerian LHK menangkap seorang wisatawan asal Prancis atas nama Didier Lionel Rossat di Manokwari.

Mosa menjelaskan, Didier ditangkap karena kedapatan membawa satwa dilindungi berupa kepong-pong dan kupu-kupu sayap burung yang hidup dan berkembangbiak di kawasan hutan Kampung Mokwam, Manokwari, Papua Barat.

“Ada empat kepong-pong, satu jenis Opnitoptera Priamus dan tiga lainya Opnitoptera Goliat. Kupu-kupu yang dibawa jenis Omnitoptera Goliat dan semua barang bukti masih kami sita,” kata dia lagi.

Mosa menjelaskan, dua jenis kupu-kupu tersebut masuk dalam daftar satwa dilindungi. Pelaku terancam hukuman pidana lima tahun hukuman penjara dan denda Rp.100 juta.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap tersangka, lanjut Mosa, kepong-pong dan kupu-kupu tersebut dibawa tersangka atas pemberian masyarakat. Sebagai ucapan terimakasih, Didier memberi uang sebesar Rp.100 ribu kepada masyarakat.

“Di Prancis yang bersangkutan mengaku berprofesi sebagai guru. Tidak  ada motivasi apa-apa, barang bukti tersebut dibawa hanya untuk senang-senang,” ujarnya menambahkan. (IBN)

Tinggalkan Balasan