Ilustrasi

Kejaksaan nilai dugaan korupsi anggaran Pilgub Papua Barat masih prematur

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Kepala Kejaksaan Negeri Manokwari Agus Joko Santoso menilai dugaan kasus Korupsi Anggaran Pilkada Papua Barat yang selama ini digembor-gemborkan oleh penyidik kejaksaan di media massa masih prematur dan belum cukup bukti.

“Mengenai Anggaran Pilkada di KPU Papua Barat tim penyidik belum punya bukti. Istilahnya prematur karena masih dalam audit BPK,” kata Joko Agus Santoso kepada wartawan di Kantor kejaksaan Negeri Manokwari Sabtu (22/7)

Ini disampaikan Kejari meski sebelumnya, pihak  kejaksaan mengklaim telah mengantongi dokumen lengkap pencairan dana KPU Papua Barat yang kemudian menggelinding dan mendapat perhatian publik.  Kejaksaan juga telah memanggil sejumlah pihak terutama pejabat Pemprov Papua Barat maupun Bendahara KPU untuk memintai keterangan.

Soal ini, Kajari tidak memastikan sudah berapa pejabat yang dimintai keterangan. Namun kata dia, pemeriksaan waktu itu belum termasuk interogasi. Pihaknnya hanya menggali keterangan dalam rangka pengumpulan bahan keterangan.

Soal apakah kasus ini berpeluang dihentikan ,Kajari pun menyebut pihaknya akan melihat perkembangan. Namun jika memang tidak bisa (tidak cukup bukti yang mengarah ke tindak pidana) kasus ini akan dihentikan untuk memberi kepastian hukum.

“Pemeriksaan waktu itu masih sebatas pulbaket jadi untuk peluang dihentikan nanti lah kita lihat,” katanya. (mar)

Tinggalkan Balasan