Aktivitas Tambang Emas Ilegal Wariori, Manokwari. (Doc.Cahayapapua)

Kejaksaan pastikan keberadaan helikopter tambang ilegal Wariori

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Kejaksaan Negeri Manokwari, menyatakan, akan memastikan langsung keberadaan helikopter dalam kasus tambang ilegal di Wariori, pasca penyerahan 3 tersangka kasus ini, Jumat pekan lalu.

“Kami akan melakukan pengecekan langsung ke lapangan, untuk mengetahui keberadaan sebuah helikopter yang dijadikan barang bukti penyidik Reskrimum Polda Papua Barat,” kata jaksa penuntut Kejari Manokwari, Alwin Michael, Rabu (12/7).

Barang bukti helikopter seperti yang dimaksud Polda Papua Barat, menurut Alwin, tertuang dalam berita acara penyerahaan barang bukti ke Kejaksaan pada Jumat pekan lalu.

Alwin mengatakan, dari 10 orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka, masing-masing AL, JM alias K, RL, SBP, SF, AH, HA, RP, RM dan HT Rampung, polisi baru menyerahkan tiga tersangka. Mereka adalah Jumardin alias Kumis, Raman Lama dan Alam.

“7 tersangka lain baru akan diserahkan pekan ini,” ungkapnya. “10 orang yang ditetapkan sebagai tersangka itu punya peran berbeda-beda, dari penambang hingga pemodal.”

Selain 3 tersangka, penyidik Polda Papua Barat, menurut Alwin, juga telah menyerahkan sejumlah barang bukti berupa uang tunai Rp 900 juta dan 2,6 kilo gram emas, yang diduga kuat merupakan hasil aktivitas tambang ilegal.

Para tersangka dalam kasus ini dijerat dengan pasal 158  dan 161 UU RI No. 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batu Bara (Minerba). (one)

 

Tinggalkan Balasan