ilustrasi-penembakan

Kejar Penembak di Puncak Jaya, Polisi Harap Dukungan Masyarakat

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com- Polisi meminta dukungan masyarakat untuk mengungkap kasus penembakan yang menewaskan dua anggota Polri di Puncak Jaya, Papua, Rabu (3/12/2013) lalu.

Di lapangan, upaya polisi untuk mengejar para pelaku terhambat Kontur dan geografis tanah Papua yang tampaknya lebih dikuasai para pelaku.

“Dalam beberapa kali kejadian, mereka (pelaku)  setelah menembak pasti lari ke hutan,” kata Kabag Penum Mabes Polri, Kombes Pol Agus Rianto, Jumat (5/12/2014), seperti dikutip situs berita Tribunnews.com.

Selain membuat pengejaran sulit , berpengaruh juga pada jangka waktu pengungkapan kasus.”Geografis yang sulit, di Papua, berpengaruh pada cepatnya pengungkapan kasus. Kami harap ada dukungan masyarakat untuk bantu mengungkap kasus ini,” tutur Agus.

Aparat keamanan mengejar orang-orang bersenjata yang dicurigai sebagai pelaku.

Wakapolda Papua, Brigjen Paulus Waterpauw mengatakan, pengejaran dilakukan setelah terjadi penembakan di Ilaga, Kabupaten Puncak, sekitar pukul 10.15 waktu setempat.

Penembakan berlangsung di depan kantor bupati ketika anggota Brimob sedang meluncur dengan menggunakan truk untuk mengantar kursi ke Gereja GKI.

Para pelaku penembakan juga diduga merebut dua pucuk senjata dari anggota Brimob yang ditembak yakni Aipda Thomson Siahaan dan Bripda Everson.

Sementara itu Belasan honai atau rumah adat Papua diduga dibakar oleh anggota Brimob saat melakukan penyisiran, pasca-penembakan. (Baca Juga: Aparat Buru Penembak Mati Dua Anggota Brimob Papua)

Anggota DPRD Kabupaten Puncak Pelinus Balinal mengatakan, honai yang dibakar itu ditinggal pergi penghuninya, karena ketakutan pasca-penembakan.

“Mereka meninggalkan beberapa honai dan berkumpul dalam satu tempat yang dianggap lebih aman,” kata Pelinus.|PATRIX BARUMBUN TANDIRERUNG

Tinggalkan Balasan