Elemen masyarakat Parlemen Jalanan (Parjal) mendorong Kejaksaan Negeri Manokwari dan Kepolisian Daerah Papua Barat mengusut tuntas kasus dugaan korupsi di daerah ini.

Kejari dan Polda dituntut usut tuntas korupsi di daerah ini

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Elemen masyarakat yang menamakan diri Parlemen Jalanan (Parjal) mendorong Kejaksaan Negeri Manokwari dan Kepolisian Daerah Papua Barat mengusut tuntas kasus dugaan korupsi di daerah ini.

Parjal menyatakan mereka menaruh kepercayaan dan berharap Kejari dan Polda benar-benar bekerja mengusut kasus – kasus korupsi yang merugikan negara secara serius.

Dalam demonstrasi di kantor Kejari Manokwari, Rabu(24/1), Ketua Parjal Ronald Mambieuw mencontohkan kasus dugaan korupsi yang perlu mendapat perhatian adalah dugaan korupsi kapal LCT yang menyeret mantan bupati Sorong Selatan Otto Ihalauw sebagai tersangka.

“Otto Ihalauw harus ditangkap dan ditahan karena tersangkut kasus pengadaan kapal kargo Sorong Indah dengan menggunakan dana APBD Rp 4.404.787.000 dan kerugian Negara Rp 1.204.351.818.18,” kata Ronald.

Parjal menekankan bahwa aparat penegak hukum harus berpijak pada Undang-Undang dalam mengusut kasus dugaan korupsi yang belum tuntas, termasuk mendorong koruptor agar dihukum mati.

Mereka juga mempertanyakan alasan Polda Papua Barat mengirim kasus Otto untuk ditangani Mabes Polri. “Kami meminta agar kasus ini segera dikembalikan kepada Polda Papua Barat, sehingga penegak hukum yang ada di Papua Barat turut menyelesaikannya,” tandasnya.

Sementara itu Kajari Manokwari Agus Joko Santoso menyatakan memberi apresiasi terhadap Parjal dan berkomitmen meningatkan kinerja mereka dalam memberantas korupsi.

“Saya bertindak sesuai dengan aturan hukum yang berlaku kami sangat berterimakasih kepada bapak-bapak telah mendorong kami untuk menyelesaikan perkara korupsi dan bahwa korupsi ini menjadi tanggungjawab kita bersama,”ujarnya.

Agus juga mengatakan, “Bapak bisa membela saya, bisa membela rakyat, tapi jangan membela orang yang berkorupsi yang berusaha mengadu domba bapak dengan saya karena korupsi dapat merusak sendi-sendi kehidupan.”

Agus menambahkan salah satu indikator mereka berkomitmen memberantas korupsi ialah dengan mengeksekusi Albert Rombe, Rabu (24/1), terpidana kasus korupsi di KONI Papua Barat yang melarikan diri ke Sulawesi Selatan. (cr-81/cr-82)

 

Leave a Reply

%d bloggers like this: