Kartun korupsi. (ist)

Kejari Manokwari Klaim Selamatkan Uang Negara 2,2 Miliar

MANOKWARI-Rabu (9/12) hari ini, adalah puncak peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia. Kejaksaan Negeri Manokwari telah menyiapkan rangkaian peringatan dalam bentuk upacara bendera yang digelar di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Manokwari.

Upacara tersebut mengundang aparat Kejaksaan, aparat penegak hukum, mahasiswa serta LSM dan penggiat anti korupsi di Papua Barat dan Kabupaten Manokwari. Tema peringatan hari anti korupsi sedunia “Berantas Korupsi Mulai Dari Diri Sendiri”.

Kepala Kejaksaan Negeri Manokwari, Timbul Tamba, SH yang dikonfirmasi wartawan, Senin (8/12) melalui Kasi Pidsus, Jhon Ilef M, SH, menjelaskan upacara sebagai bentuk kepedulian dan tanggungjawab bersama memberantas korupsi.

Jhon menyebut dalam kurun waktu 2014, sejumlah penanganan kasus korupsi di Provinsi Papua Barat dan ditangani Penyidik Kejaksaan Negeri Manokwari diantaranya 8 perkara korupsi dari Kejaksaan Tinggi Papua, 6 perkara dari Kejaksaan Negeri Manokwari, 3 perkara dari Polres Teluk Wondama, dan 2 perkara korupsi dari Teluk Bintuni.

Secara spesifik, penyidik Kejaksaan Negeri Manokwari telah berhasil mengeksekusi 12 perkara kasus korupsi dari Kejaksaan Tinggi Papua, 2 perkara dari Polda Papua, 1 perkara korupsi dari Kejaksaan Negeri Manokwari, 3 perkara korupsi dari Polres Manokwari, 2 perkara dari Polres Teluk Wondama dan 4 perkara dari Polres Teluk Bintuni.

“Kalau dirupiahkan, kita berhasil menyelamatkan uang negara dari hasil tindak pidana korupsisebesar Rp. 2.217.923.150,- serta penyelesaian uang denda terhadap 6 terpidana sebanyak Rp. 600 juta,” ungkap Jhon Ilef.

Khusus penanganan di meja hijau atau dalam proses persidangan di Pengadilan Tipikor Papua Barat, Jhon Ilef mengaku masih ada sejumlah kasus menunggu tuntutan dan vonis majelis hakim. Yaitu kasus dugaan korupsi wisata rohani Pemkab Teluk Wondama dengan terdakwa Agus Yulianto, dugaan korupsi pengadaan buku Program Pasca Sarjana di kampus UNIPA Manokwari dengan terdakwa (Yunus Boari, Simson Manupapami, Keba Lumbu Lamba), serta kasus dugaan korupsi Kantor Otoritas Bandara Rendani Manokwari dengan terdakwa (Samson Lolang dan Jonar Simamora).|TAKDIR

Tinggalkan Balasan