Ilustrasi Korupsi.

Kejari Sorong Minta Polisi Tambah Tersangka Kasus Bansos

SORONG,CAHAYAPAPUA.com– Kejaksaan Negeri Sorong akan mengembalikan berkas tiga tersangka dugaan kasus korupsi dana Bantuan Sosial (Bansos) kemanusiaan hari ini ke penyidik tindak pidana korupsi Polres Sorong Kota.

Selain karena berkasnya kurang lengkap, pengembalian itu didasarkan atas pertimbangan perlunya penambahan tersangka lain yang dinilai terlibat dalam kasus ini.
“Kami sudah periksa berkasnya, tapi ternyata masih ada yang harus dilengkapi oleh penyidik kepolisian,” kata Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejaksaan Negeri Sorong, B.A Kombado, SH, MH kepada Cahaya Papua, kemarin.

Ia mengatakan, kelangkapan formil ataupun materil pada berkas kasus korupsi, sangat penting bangi kejaksaan karena pada akhirnya akan dibahas dalam persidangan.

Terkait penambahan tersangka Kombado menyatakan hal itu penting dan didasarkan hasil pemeriksaan berkas yang diterima dari polisi.

Menurutnya, ada juga beberapa oknum yang seharusnya ikut terlibat dalam kasus itu. Namun tidak diikutsertakan oleh penyidik Kepolisian sebagai tersangka.

“Jika ada bukti yang berkaitan dengan orang lain maka ia harus diikut sertakan. Penyidik kepolisian nantinya harus mengisi berkas sesuai petunjuk kejaksaan,” jelasnya.

Kasus ini terjadi sejak tahun 2012 silam. Bermula dari adanya dana ratusan juta rupiah yang diberikan oleh Kementrian Sosial RI kepada para korban kebakaran di Kelurahan Rufei, Distrik Sorong Barat, Kota Sorong.

Sayangnya dana tersebut diduga disalahgunakan oleh sejumlah oknum yang berperan aktif dalam pencairan dana.
Tim penyidik Tipikor Polres Sorong Kota telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka, masing-masing berinisial BS, LA dan OS. Ketiga orang tersebut hingga kini belum ditahan. |M. NASIR