ilustrasi_Dugaan Korupsi

Kejati Papua Minta Polda Lengkapi Berkas Kasus KONI

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com— Kejati Papua mengirim kembali berkas kasus dugaan korupsi dana hibah KONI Papua Barat tahun 2012 untuk pembangunan sekretariat KONI Papua Barat sebesar Rp. 26,7 miliar ke Polda Papua Barat.

Berkas kasus yang menjerat eks Ketua Harian KONI Papua Barat AR dikirim kembali ke Polda Papua Barat untuk dilengkapi alias P19.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polda Papua Barat AKBP. Johan H. Sitorus, Kamis (14/1) membenarkan hal itu. “Penyidik sedang melengkapi berkas. Kalau memang sudah lengkap maka berkas perkara akan di kirim ke JPU Kejati,” kata Sitorus.

Sitorus mengatakan mengenai petunjuk teknis dalam berkas yang dikirim kembali itu, ia mengatakan belum bisa dijadikan konsumsi publik, sebab masih dalam pengumpulan bahan. “Kalau sudah lengkap nanti juga akan dipublikasikan.”

Terlepas dari berkas tersebut, Sitorus mengatakan pihaknya belum menahan tersangka AR. Namun ia saat ini diwajibkan melapor 3 kali dalam seminggu pada Senin Rabu dan Jumat.

“Tapi sejak (23/12) 2015 lalu tersangka sudah tidak pernah melapor. Kami harap tersangka kooperatif, sebab nantinya penyidik akan melakukan penahanan,” tegas Sitorus.

Kasus korupsi yang digolongkan sebagai dugaan tindak pidana pencucian uang pasal 27 UU 8/2010, ini diduga merugikan negara Rp. 26, 7 miliar, dari Rp. 43 miliar yang dihibahkan ke KONI Papua Barat untuk pembangunan sekretariat KONI Papua Barat di Kampung Susweni Distrik Manokwari Timur, Manokwari.

Selain AR, polisi juga telah menetapkan JR, ZU, dan SL yang diduga mendapatkan bagian uang dari hasil kejahatan tersangka utama AR tersebut. Penyidik berencana pada awal Februari mendatang baru melakukan pemeriksaan terhadap tiga tersangka tersebut. |ADLU RAHARUSUN