Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan KB (PPPA dan KB) Manokwari Yuliana Numberi.

Kekerasan Terhadap Anak dan Perempuan di Manokwari Diprediksi Meningkat

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com–– Angka kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kabupaten Manokwari diprediksi akan terus meningkat hingga akhir tahun 2016.

Prediksi ini tercermin dalam laporan angka kekerasan hingga akhir Juli 2016 oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan KB (PPPA dan KB) Manokwari.

Kadis PPPA dan KB Manokwari Yuliana Numberi mengatakan, hingga akhir Juli, kekerasan terhadap anak telah menyentuh angka 35 kasus, berbeda dengan tahun 2015 yang hanya 27 kasus.

Sementara kekerasan terhadap perempuan pada bulan yang sama, telah mencapai 39 kasus atau hanya memiliki selisih 12 kasus dibanding tahun 2015 yang mencapai 51 kasus.

“Berarti kalau dilihat ada kenaikan, karena sampai bulan Juli saja angkanya meningkat, apalagi sampai bulan Desember nanti, ” terang Yuliana kepada wartawan, Rabu (3/8).

Menurut Yuliana, peningkatan kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan bisa meningkat hingga akhir tahun 2016 karena masih terdapat beberapa kasus yang ditutup-tutupi dan belum terdata baik oleh lembaga terkait.

Meski tingginya kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan hingga Juli tahun ini menggambarkan kesadaran publik untuk melapor cukup tinggi, namun tetap saja ada hal yang salah dalam relasi sosial, menurut PPPA dan KB.

Yuliana menyatakan kekerasan terhadap anak dipicu kurangnya perhatian orang tua terhadap anak sementara terhadap perempuan timbul akibat kekerasan dalam rumah tangga yang dipicu oleh kasus perselingkuhan dan saling tidak percaya.

“Peran orang tua, guru, tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat sangat diperlukan untuk menekan kekerasan terhadap anak dan perempuan terlebih kepada anak-anak yang merupakan generasi penerus bangsa,” Yuliana menambahkan.

Terlepas dari itu, PPPA dan KB menyatakan menargetkan menyelesaikan 60 kasus pada tahun ini. (ACS)

 

Tinggalkan Balasan