Warga Manokwari berbondong-bondong ke lokasi penemuan mayat di Pantai Pasar Wosi, Jumat (4/11). Mayat tersebut diketahui bernama La Sarimu yang berprofesi sebagai nelayan. Polisi menyatakan korban meninggal karena penyakit epilepsi.
Warga Manokwari berbondong-bondong ke lokasi penemuan mayat di Pantai Pasar Wosi, Jumat (4/11). Mayat tersebut diketahui bernama La Sarimu yang berprofesi sebagai nelayan. Polisi menyatakan korban meninggal karena penyakit epilepsi.

Keluar Mencari Nafkah, La Sarimu Ditemukan Tewas di Pantai

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Lagi – lagi, warga Manokwari dikejutkan dengan penemuan sosok mayat laki – laki tanpa busana ditumpukan sampah pinggiran pantai Pasar Wosi, Jumat (4/11) sekira pukul 12.30 WIT.

Korban diketahui bernama La Sarimu (70), warga Maduraja Wosi, yang keseharianya berprofesi sebagai Nelayan. Penemuan mayat ini, sempat membuat heboh warga Manokwari.

Warga yang dihebohkan, berdatangan pada lokasi temuan tersebut. Tampak puluhan warga berbondong-bondong ingin menyaksikan secara langsung. Sementara akibat keramaian itu ruas jalan sekitar, tidak bisa dilalui kendaraan beberapa saat, hingga korban dievakuasi.

Informasi yang diperoleh dari salah satu anak korban, bahwa ayahnya berprofesi sebagai nelayan. Setiap hari menjelang subuh,berangakat ke laut untuk nengkap ikan.

“Bapak berangkat dari rumah untuk mencari ikan, Jumat (4/11)  subuh, sekitar pukul 04.30 WIT. Biasanya bapak kalau menjaring itu (tangkap ikan) menggunakan perahu warna biru, paling telat dia pulang sekitar jam 08.00 WIT.

Berbeda dengan hari ini, setelah di cari-cari kita dengar sudah di temukan meninggal di pantai wosi,” aku Salmawati yang tak mampu menahan kesedihannya, saat ditemui di RSUD Manokawari.

Sang ayah merupakan tulang punggung kelurganya, untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya, sering keluar mencari ikan di waktu-waktu subuh kemudian kembali kerumah dipgi harinya.

Menurut dia, saat sang ayah pergi memancing, tidak ada tanda atau pesan atau tanda yang mencurigakan. “Biasa saja tidak ada pesan-pesan khusus atau tanda almarhum (ayah) akan meninggal,” terangnya lagi.

Kapolres Manokwari AKBP Christian Rony Putra yang di konfirmasi melalui Kasat Reskrim AKP Aries Diego Kakori, ihwal penemuan mayat tersebut mengatakan, pada saat ditemukan, mayat dalam kondisi tidak mengenakan busana (baju dan celana) dan korban menggunakan kacamata renang. Pada mulutnya mengeluarkan busa.

“Tidak ada tanda tanda kekerasan yang di temukan di badan korban, dari hasil pemeriksaan luar oleh dokter bahwa korban mengidap penyakit epilepsi,” ujar Kakori. Dia juga mengatakan, bahwa terkait korban ini memiliki riwayat epilepsi, pighak keluarga juga membenarkannya. (MAR)

Tinggalkan Balasan