Prosesi Pemakaman Wakil Bupati Bintuni, Alm. Akuba Kaitam.

Keluarga Ikhlas Melepas Kepergian Alm. Akuba Kaitam

BINTUNI, CAHAYAPAPUA.com– Berpulangnya Wakil Bupati, Drs. H. Akuba Kaitam di usia ke 60 tahun pada Minggu (15/11) lalu, mengejutkan masyarakat Teluk Bintuni.

Sebelumnya Almarhum sempat melakukan cek ginjal, hipertensi di Klinik Lestari Semarang pada 29 September lalu. Namun pada tanggal 13 November 2015, saat almarhum seperti biasa berjalan di sekitar kediaman di Poja semarang kemudian istirahat.

“Pada saat istirahat ditawarkan untuk minum teh oleh ajudan, tapi sudah tidak ada respon dari Almarhum. Lalu segera dilarikan ke Rumah Sakit Karyadi Semarang untuk mendapat perawatan di ICU,” ujar Izaac Laukon saat membacakan riwayat kematian Wakil Bupati Teluk Bintuni Almarhum Akuba Kaitam.

Setelah mendapat perawatan intensif di rumah sakit Karyadi Semarang, pada tanggal 15 November 2015 sekitar pukul 20.15 WIB Almarhum dinyatakan meninggal dunia.

Sementara itu pihak keluarga mengaku ikhlas atas kepergian Wakil Bupati Alm. Akuba Kaitam. Walaupun diakui Almarhum tidak sempat menyampaikan kata-kata terakhir sebelum menghembuskan nafas terakhir.

“Saya tiba itu hari minggu jam 8.10 malam , beliau langsung menghembuskan nafas terakhir. Karena beliau masuk dengan kritis, koma dan tidak sadarkan diri. Sehingga tidak dapat menyampaikan sepatah kata pun untuk kami anak-anaknya. Kami mengikhlaskan walaupun tidak ada sepata kata yang keluar dari beliau, tapi kami yakin bahwa ini sudah jalan Tuhan sehingga kami ikhlas, kuat dan tabah hingga saat ini,” ujar Zulaicha salah satu putri Almarhum.

Sebagai anaknya, Zulaicha mengaku bangga menjadi putra dari sosok wakil Bupati yang terkenal bijaksana dan bersahaja. “Saya bangga menjadi anak dari bapak wakil Bupati, karena beliau menjadi panutan kami anak-anaknya, sehingga kuat sampai saat ini,” akunya.

Dikatakan pihak keluarga sebenarnya menginginkan agar pemakaman jenazah segera dilaksanakan, sehingga sesampainya di Bintuni tidak ada acara pembukaan kain kafan. Karena itu akan menyebabkan suasana semakin berduka dan juga menghambat penyegeraan pemakaman jenazah.

“Tidak ada pembukaan kain kafan, karena sudah disucikan dari semalam dan sudah disholatkan juga. Tapi tidak ada salahnya karena itu menambah pahala, dan sampai disini di sholatkan lagi di Masjid Al Munawarah,” ujarnya.

Di mata anak-anaknya, Alm. Akuba Kaitam merupakan seorang pendidik yang luar biasa karena hampir seluruh hidupnya diabdikan menjadi seorang guru.

“Beliau jadi panutan masyarakat Teluk Bintuni itu yang menjadi saya bangga. Saya mengucapkan terima kasih atas bela sungkawa seluruh masyarakat di Teluk Bintuni yang sudah berpartisipasi hingga proses penguburan. Mohon maaf sebesar-besarnya, mungkin selama menjabat sebagai wakil bupati Teluk Bintuni. Jika ada hal-hal yang belum dikerjakan oleh beliau kami mohon maaf mungkin bisa dilanjutkan oleh kepemimpinan yang berikut. Karena sebentar lagi masa jabatan beliau juga sudah mau habis,” tutupnya.(MRT)