Puluhan kelurga korban, Daniel Maryen melihat dua terduga pelaku tabrakan maut dari balik jeruji besi di Polres Manokwari, Minggu (14122014). Foto : CAHAYA PAPUA.com | Takdir

Keluarga Korban Lakalantas Maut di Manokwari Hujani Kantor Polisi dengan Batu

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com– Polsek Kota Sanggeng di Manokwari, Papua Barat, dihujani batu oleh sekelompok warga gara-gara dituding terlambat menangani kecelakaan maut yang berjarak sekitar 20 meter dari kantor tersebut.

Peristiwa pelemparan kantor ini terjadi, Minggu (14/12/2014) sekitar pukul 12.30 WIT, atau satu hari setelah laka lantas maut di sekitar daerah tersebut yang menyebabkan Daniel Maryen meninggal dunia, Sabtu (13/12/2014).

Mendapat laporan adanya aksi pelemparan, puluhan aparat kepolisian dari Polres Manokwari dibantu satuan Unit Lalulintas Polres Manokwari bergerak cepat menuju Polsek Kota.

Disana, aparat yang lain berjaga-jaga sementara Polisi Lalu Lintas melakukan olah Tempat Kejadian Perkara.

Keluarga korban yang melempari kantor tersebut juga berhasil ditenangkan dan diminta untuk meninggalkan kantor itu.

Usai olah TKP, dua kendaraan yang terlibat kecelakaan itu, motor Honda Beat (yang dikendarai korban Daniel Maryen) dan Honda Revo DS 3574 DO diamankan sebagai barang bukti.

Meski sudah sempat meninggalkan kantor, puluhan keluarga korban kembali mendatangi kantor tersebut sekitar pukul 14.00 WIT.

Mereka meraung-raungkan motor mereka yang memakai knalpot racing di depan kantor itu. Sempat juga terjadi keributan dengan aparat Polsek Kota. Kali ini mereka datang untuk meminta pelaku tabrakan maut segera ditangkap.

Tak lama kemudian dua terduga pelaku berinisial RM dan LW melintas di depan Polsek Kota. Mereka duduk diatas mobil patroli polisi yang hendak dibawa ke Polres Manokwari yang berjarak sekitar 2 kilo meter dari kantor tersebut.

Melihat dua orang tersebut digiring polisi, keluarga korban lalu mengejar mobil polisi tersebut. Di Polres Manokwari keluarga korban mengamuk sehingga sempat terjadi keributan dengan aparat kepolisian.

Keluarga korban saat itu hendak menghakimi kedua orang tersebut, namun dicegah polisi. Mereka hanya diperbolehkan melihat dua orang tersebut dari balik jeruji. Usai melihat terduga pelaku, keluarga korbanakhirnya membubarkan diri.

Kapolsek Kota Kompol Herminto mengatakan setelah kecelakaan maut tersebut, pihaknya tidak mendapat laporan dari keluarga korban.

“Saya ada dipolsek sekitar pukul 11.00 WIT, saat itu turun hujan lebat. Namun adanya kecelakaan sama sekali tidak diketahui. Dalam buku piket Polsek Kota dan Polres Manokwari juga tidak ada laporan masuk sama sekali,” kata Herminto.

Menurut Herminto, jika pihaknya mendapat laporan kecelakaan, mereka pasti langsung bergerak cepat.

Ia juga mengatakan setelah kecelakaan itu, motor Honda Beat yang dikemudikan korban sempat diamankan di rumah salah satu tokoh agama dengan ditutupi tripleks, sedangkan kendaraan Honda Revo diduga dikemudikan RR dan LW diamankan secara terpisah, tidak jauh dari lokasi kendaraan korban yang disembunyikan.

Kasus kecelakaan maut ini masih dalam penyelidikan polisi.|TAKDIR

EDITOR: BUSTAM

 

Tinggalkan Balasan