Keluarga korban Ruben Fakdawer, yang tewas beberapa hari setelah dianiaya oknum polisi Polres Teluk Bintuni, berdemo ke Polda Papua Barat, mendesak kepolisian menindak tegas pelaku pemukulan terhadap Ruben, Senin (29/5).

Keluarga korban Ruben Fakdawer “geruduk” Polda

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Dewan Adat Biak Bar Mnukawar dan keluarga besar Fakdawer serta Mansawan mendesak Polda Papua Barat mengusut tuntas kasus penganiayaan yang merenggut nyawa Ruben Fakdawer yang diduga dilakukan oleh dua oknum anggota polisi di Teluk Bintuni , 16 April silam. 

Desakan itu dilakukan dalam aksi demonstrasi damai di depan Mapolda Papua Barat, Senin (29/5/2017). Dan terlihat jelas, dalam tulisan pada spanduk yang dibawa massa aksi, yaitu meminta Kapolda Papua Barat dan seluruh jajaran untuk menindaklanjut kasus tersebut.

“Kapolda Papua Barat harus mengusut kasus tersebut sampai tuntas dan tegakan keadilan di Provinsi Papua Barat terutama di dalam institusi Polri,” demikian desakan warga.

Wakapolda Papua Barat, Kombes Pol Peitrus Waine yang menemui massa aksi, menuturkan, bahwa kasus ini masih dalam proses penyelidikan oleh tim penyidik Polres Teluk Bintuni. Dan dalam waktu dekat berkas perkaranya akan dilimpahkan Kejaksaan Negeri Manokwari.

“Dan pelakunya sudah diamankan di Rumah Tahanan (Rutan) Polres Teluk Bintuni, saya pun berharap kasus ini harus tuntas,” katanya.

Sementara Kapolres Teluk Bintuni, AKBP Dewa Made Sutrahna menyatakan kasus ini menjadi atensinya. “Kasus yang disangakan adalah pengroyokan. Pemeriksaan saksi -saksi juga telah kita lakukan, dan SPDP sudah kita kirim ke Kejaksaan. Pelakunya kami tahan,” kata dia.

Untuk itu, ia pun berharap, adanya kerjasama antara pihak keluarga korban dan kepolisian. Dan Kata dia, pihak keluarga diminta ikut memberikan  kepercayaan penuh kepada tim penyidik Polres Bintuni sehingga penyelesaiaan kasus tersebut berjalan lancar.

“Kita berharap setelah SPDP dikirim di Kejaksaan, semoga minggu ini bisa dikirim berkas perkara. Apabila berkas perkara lengkap atau P-21, kita akan kirimkan tersangka dan barang buktinya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Suku Byak Petrus Makbon mengatakan, proses penyelidikan sebenarnya telah berjalan, namun komunikasi terputus antara Kapolres dengan keluarga korban.

“Aksi ini sebagai bentuk solidaritas remaja Borasi. Selain itu, melibatkan kami dari Dewan Adat Biak turut terlibat langsung karena korban bagian dari orang Biak,” aku Pertrus.

Keterlibatannya selaku Kepala Suku, lanjut dia dikarenakan ada beberapa kasus pembunuhan yang mengorbankan masyarakatnya tak mendapat titik terang.

“Kami berharap kepada Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol Martuani Sormin Siregar, agar kasus ini diselesaikan secara tuntas. Sehingga para pelaku ini bisa diproses sesuai hukum berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tegasnya. (mar)

Tinggalkan Balasan