Barang bukti kasus pembunuhan yang merengut nyawa David Manggaprow digelar penyidik di Polres Manokwari, Rabu (13/9). David tewas ditikam iparnya RR di Jalan Pasir Putih sekitar lokasi pekamaman umum, Selasa (12/9) malam, sekitar pukul 22.00 WIT.

Keluarga minta tersangka pembunuh David tanggungjawab secara adat

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Keluarga almarhum David Manggaprouw, yang menjadi korban pembunuhan di Jalan Pasir Putih sekitar Tempat Pemakaman Umum, Selasa lalu, mendesak tersangka dan keluarganya bertanggungjawab secara adat. 

“Selain berharap polisi tindak tegas tersangka, intinya kami minta tersangka RR dan keluarganya, harus tanggungjawab secara adat,” kata Elias Manggaprouw yang merupakan kakak korban, di rumah duka Pasirido, Rabu kemarin.

Mewakili keluarga besarnya, Elias berharap, kasus ini secepatnya dituntaskan hingga tersangka dihukum atas perbuatannya. Elias mengatakan tak ada alasan bagi keluarga tersangka untuk tidak turut bertanggungjawab atas kejadian yang merampas nyawa saudaranya dengan cara sadis tersebut.  “Kami dari keluarga, minta kasus ini dituntaskan cepat, dan sekali lagi, keluarga tersangka harus ikut bertanggungjawab,” ujarnya.

Disebutkan, bahwa tersangka RR masih berstatus keluarga (ipar) dengan korban. Sebelum kejadian itu, korban yang usai menemui istri keduanya di Polres, Selasa lalu, dikabarkan  terkapar bersimbah darah di jalan saat kembali menuju rumahnya di Pasirido Pasir Putih.

“Korban mengalami pendarahan serius akibat tusukan di perut bagian kiri. Sekitar tiga jam di rumah sakit baru mata pisau bisa dicabut oleh dokter,” kisah Elias.

Disinggung, apakah korban sebelumnya memilki masalah pribadi dengan tersangka, Elias enggan menjawab lebih jauh. Namun diakuinya, tersangka RR sempat terlibat adu mulut dengan korban, beberapa waktu terakhir.

Jenazah almarhum David direncanakan akan dimakamkan siang ini, karena masih menunggu salah satu putranya, yang diketahui sebagai anggota kepolisian di jajaran Polres Teluk Bintuni tiba di Manokwari.

Terpantau di rumah duka, ucapan turut belasungkawa berdatangan dari berbagai pihak termasuk dari Wakil Bupati Manokwari, Edy Budoyo, tokoh adat serta masyarakat setempat.

Duka menyelimuti rumah tempat David disemayamkan. Keluarga tak menyangka, almarhum yang merupakan pengurus aktif perkumpulan nelayan itu  merenggang nyawa ditangan iparnya sendiri.

Polres Manokwari menyatakan setelah pembunuhan David, mereka bekerja cepat dan menangkap RR hanya dalam waktu 8 jam, yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kasat Reskrim Polres Manokwari AKP. Diego Kakori mengatakan RR alias Ronal ditangkap di Kampung Ambon pada Rabu sekitar pukul 07.00 WIT setelah polisi memeriksa saksi kunci Frits Betay.

Polisi menemukan barang bukti berupa sepatu boot, baju dan gagang pisau termasuk senter dan celana panjang yang diduga milik pelaku. Barang bukti tersebut ditemukan beberapa meter dari TKP.

Menurut Kakori, korban dan pelaku memiliki dendam masa lalu sehingga membuat Ronal tega menghabisi nyawa David. David ditusuk di pinggang bagian kiri hingga pisau tertinggal didalam perutnya.

“Pelaku menganggap korban sering menyakiti ibunya. Keduanya (juga) sering berselisih paham sehingga puncaknya tidak direncanakan tiba-tiba mereka bertemu di Pasir Putih itu dan terjadi pembunuhan,” terang Kakori. “Kita telah melakukan pemeriksaan terhadap pelaku dia mengakui perbuatanya.” (cr-80)

Tinggalkan Balasan