ilustrasi

Keluarga Pertanyakan Tindak Lanjut Proses Hukum Korban Pembunuhan Viktor Ariks

MANOKWAR, Cahayapapua.com—– Misteri meninggalnya Viktor Ariks, Warga arowi yang mayatnya ditemukan di Pasir Putih, Distrik Manokwari Timur, pada 7 Januari 2016 lalu, belum menemui titik terang.

Orangtua korban Benny Ariks kepada Cahaya Papua di kediamanya, Kampung Arowi, Selasa (31/5/2016) mengaku akan memberikan waktu kepada aparat kepolisian Polres Manokwari untuk mengungkap pelaku seminggu kedepan.

“Saya sudah kehabisan kesabaran, proses ini sudah berjalan selama enam bulan sejak terbunuhnya korban, namun kepolisian belum juga mengungkap tabir pelaku, oleh sebab itu saya punya waktu hanya satu minggu, jika tidak bisa lagi maka saya adukan proses hukum ke tingkat yang lebih tinggi lagi,” katanya.

Menurut Benny, langkah ini akan ditempuh jika tidak bisa lagi di atasi di tingkat daerah. “Jalan satu satunya saya akan mengadu kasus ini ke Jakarta demi mencari keadilan,” katanya.

Benny selaku orangtua korban mengaku mendapati kejanggalan dalam kasus ini. Karena setelah mayat korban di temukan, ada kerabat yang datang membawa bingkisan bela sungkawa. Padahal orang tersebut tidak pernah melakukan hal semacam itu ketika ada hajatan.

Selain itu ia mencurigai, mengapa setelah Viktor di makamkan terdapat keributan. “Saya selaku orangtua sempat membendung masa yang hendak bakar rumah, secara spontan orang yang kami curigai itu mengaku bukan saya pelakunya,” ujar Benny.

Kejanggalan itu di perkuat setelah pemakaman, ada anak yang mengaku dia di titip pesan kepada korban dengan bahasa bahwa urusanya dengan korban belum selesai, padahal dirinya mengetahui jika korban tidak pernah melakukan janji kepada siapapun ataupun berhutang bahkan membuat kejahatan di Kampung Arowi.

Dari proses penyelidikan, keluarga korban mendapat kabar bahwa proses penyelidikan kasus ini masih terus berjalan, sementara beberapa alat bukti sudah di kirim ke Labfor Makassar, namun hingga saat ini belum juga ada kepastian terkait hasil penyelidikan.

“Menurut keterangan dari polisi waktu itu alat bukti yang di kirim ke labortarium Forensik membutuhkan waktu paling lama dua minggu, tetapi sampai saat ini kok hasil atau perkembangan penyelidikan belum menemukan titik terang terkait pengungkapan pelaku pembunuhan,” ujar Benny.

Viktor Ariks ditemukan tak bernyawa di Pasir Putih sejak Januari lalu, polisi sedang melakukan upaya proses pengungkapan pelaku pembunuhan.
Sementara Kasat Reskrim Polres Manokwari AKP. Diego Kakori yang temui di ruang kerjanya mengatakan pihaknya akan terus melanjutkan proses pengungkapan tabir pelaku pembunuh Viktor Ariks, walaupun pihaknya baru menjabat sebagai Kasat Reskrim.

“Kita akan tetap berupaya menuntaskan kasus ini, kepada pihak keluarga korban agar selalu membuka diri agar kami bisa mengakses informasi terhadap korban, terutama selama korban masih hidup,” katanya. (MAR)

Tinggalkan Balasan