Ilustrasi

Kemendag Monitor Pelaku Usaha

SORONG, Cahayapapua.com— Kementerian Perdagangan Republik Indonesia memantau pelaku usaha yang mendistribusikan bahan pokok. Hal ini erat kaitannya dengan mengatisipasi terjadinya kenaikan harga maupun kekosongan barang pokok di pasaran.

“Selama ini pemerintah kesulitan dalam mengetahui stok bahan pokok serta harga jual dipasaran. Tapi kini sudah ada Peraturan Kementerian Perdagangan RI Nomor 20 Tahun 2017.  Isinya tetang kewajiban serta sanksi bagi distributor dalam hal mendaftarkan harga serta stok bahan pokok kepada kementerian perdagangan,” kata Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi atau disingkat Bappebti, Bachrul Chairi kepada wartawan, Rabu (26/04/17).

Ditemui usai rapat koordinasi terkait stok ketahanan bahan pokok dan meninjau kondisi pasar, Bachrul Chairi menjelaskan, jika para distributor memang mempunyai hak untuk mendistribusi, namun harus juga melaporkan jumlah barang yang di distribusi berikut harga jual setiap perbulannya.

“Itu wajib dilakukan sehingga jika suatu daerah mengalami kekurang stok bahan pokok, segera daerah lain atau instansi teknis seperti halnya bulog bisa menangani ketiadaan stok barang,”pungkasnya. (MOH)

Tinggalkan Balasan