Pertemuan Bupati Manokwari dan Tim Kementrian Dalam Negeri.

Kemendagri :Tapal Batas Papua Barat Masalah Serius

MANOKWARI, Cahayapapua.com—- Tapal Batas wilayah antara kabupaten/kota di Provinsi Papua Barat masih menjadi masalah serius yang harus mendapat perhatian pemerintah daerah. Hal ini disampaikan Direktur Toponimi dan Batas Daerah Kementerian Dalam Negeri Tapak H Simanjuntak di Manokwari, Senin (8/8/2016).

Dia mengatakan, sebagian besar daerah di Papua Barat belum memiliki batas dan titik koordinat yang jelas atas batas wilayah masing-masing. Hal ini penting agar tidak memicu persoalan lain dikemudian hari.

Salah satu persoalan yang mungkin timbul akibat persoalan ini adalah persoalan menyangkut pembagian dana bagi hasil dan penyaluran dana desa.

Dia mengutarakan, salah satu daerah yang belum memiliki batas wilayah yang jelas adalah Kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak dan Tambrauw. Manokwari adalah kabupaten yang paling banyak bersinggungan dengan tiga kabupaten tersebut.

“Saat ini baru sebatas letak wilayah, belum ada titik koordinat dan pilar yang membatasi beberapa kabupaten ini. Ini tugas pemerintah provinsi untuk memastikan batas tersebut,” kata dia.

Untuk menyelesaikan batas wilayah, menurutnya tidak sulit, karena sudah ada batas indikatif desa, distrik/kecamatan dan kabupaten di Badan Pusat Statistik (BPS) yang bisa menjadi acuan.

Dia meminta Pemprov Papua Barat mengoptimalkan anggaran untuk menyelesaikan persoalan ini. Jika tidak, hal ini akan berimplikasi pada persoalan lain.

Tampak menyarankan pemerintah provinsi segera membentuk tim penegasan batas wilayah di Papua Barat. Keberadaanya dinilai penting untuk mempercepat penyelesaian persoalan tapal batas di daerah tersebut.

“Ini pun penting agar kita tidak terus menerus menggunakan jasa konsultan. Mereka itu swasta tentu memiliki orientasi profit sebagaimana prinsip dagang,” ujarnya menambahkan.

Dia menambahkan, bahwa garis batas wilayah bukan hal mutlak. Garis batas wilayah tersebut bisa ubah sepanjang ada kesepakatan antar daerah. (IBN)

Tinggalkan Balasan