Kapal Rainbow Warior Greenpeace yang kembali merapat di Manokwari

Kementerian LHK : Revisi RTRW Papua Barat memungkinkan

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyatakan, revisi Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Provinsi Papua Barat sangat memungkinkan untuk mendukung program konservasi di daerah tersebut.

Direktur Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Bambang Supriyanto, di Manokwari, Senin (13/3), mengatakan, terkait pembangunan berkelanjutan terdapat dua skema yang harus dipahami bersama.

“Yakni tata ruang dan pemanfaatan ruang. Untuk revisi tata ruang di Papua Barat tentu sangat memungkinkan,” kata dia.

Ia mengutarakan, dalam hal perubahan RTRW, sudah ada prosedur yang harus ditempuh. Pemerintah pusat akan membahas dan menyetujui perubahan RTRW itu setelah ada usulan dari pemerintah daerah.

Pada kunjungan kapal Rainbow Warrior milik Greenpeace di Pelabuhan  Manokwari itu Bambang juga menekankan, upaya pembangunan berkelanjutan tersebut hendaknya tidak lantas membuat kegiatan investasi dilarang.

“Pemanfaatan ruang menjadi hal juga penting untuk diperhatikan. Investasi-investasi yang ramah lingkungan bisa menjadi pilihan,” ujarnya.

Menurutnya, investor masih bisa tetap membangun atau mengembangkan usaha, dengan catatan tidak menerapkan praktik-praktik usaha yang berdampak pada kerusakan lingkungan.

“Misalnya usaha mining (pertambangan), tidak boleh menggunakan bahan merkuri, karena itu sangat merusak. Begitupun pada bidang lain, seperti pertanian atau perkebunan,perlu mengadopsi konsep yang bagus agar tidak menimbulkan kerusakan ekologi,” katanya lagi.

Ia mengutarakan, Papua Barat telah dicanangkan sebagai provinsi konservasi. Baginya, hal penting selain revisi RTRW adalah partisipasi publik dalam mendukung keberhasilan program ini.

Papua Barat tahun ini akan menjadi tuan rumah konferensi internasional tentang keanekaragaman hayati, ekowisata dan ekonomi kreatif. Sebelas negara dipastikan hadir sebagai peserta pada kegiatan tersebut.

International Conference on Biodiversity, Ecotourism and Creagtive Economy (ICBE), akan dipusatkan di Manokwari pada 7 hingga 10 Oktober mendatang.

Salah satu target yang ingin diraih melalui kegiatan itu adalah adanya perubahan RTRW Papua Barat, serta adanya skema baru dalam mencairan dana alokasi khusus (DAK) dari pemerintah pusat kepada Papua Barat. |Toyiban

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: