Salah satu sudut di pasar Wosi, Manokwari.

Kenaikan Retribusi Harian di Pasar Sanggeng Dipertanyakan

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com—- Pedagang pasar Sanggeng, Manokwari, mempertanyakan alasan Pemda Manokwari yang menaikkan biaya retribusi harian di pasar itu secara sepihak dari Rp. 3000 menjadi 5000 rupiah.

Asosiasi Pedagang Pasar Sanggeng (APPS) mengatakan kenaikan retribusi harian itu tidak pernah dibicarakan dengan mereka sebagai perwakilan pedagang Sanggeng.

“Kami menyesalkan sikap pemerintah yang terus menaikan tarif retribusi harian pasar dari yang semula Rp. 3000 menjadi Rp. 5000,” kata ketua APPS Amir Habbe di Manokwari, Selasa (20/1/2015).

Menurut asosiasi, kenaikan ini memberatkan karena Pemda juga telah menerapkan retribusi bulanan sebesar Rp. 50 ribu per pedagang.

“Ada juga retribusi tahunan yang dikenakan kepada para pedagang los dan lapak sebesar kurang lebih Rp. 500.000 per pedagang,” kata Amir Habbe. Pemda menurutnya juga menaikkan retribusi sampah dari Rp. 10 ribu menjadi 15 ribu rupiah.

Jika diakumulasikan dengan jumlah pedagang yang mencapai 1000 orang, per bulan Pemda Manokwari menurutnya bisa mendapat penerimaan daerah puluhan juta rupiah.

Asosiasi mengatakan penerimaan yang besar itu tidak sebanding dengan layanan yang diberikan Pemda terkait rasa aman dan kenyamanan pedagang maupun pembeli.

Dikatakan tidak sebanding karena asosiasi menyatakan, pembangunan pintu masuk dan pagar di pasar itu dibiayai oleh para pedagang. Soal keamanan, asosiasi menyebut keberadaan petugas polisi di lokasi itu atas kerjasama asosiasi dengan Polres Manokwari.

Sampah yang kurang terurus dan lumpur yang kadang muncul di sejumlah titik di pasar itu, terutama saat musim hujan, juga dinilai lalai diurus Pemda.

“Untuk itu kami minta Pemda Manokwari serius memikirkan kualitas layanan di pasar ini agar perputaran ekonomi Manokwari berjalan baik dan menghasilkan PAD yang maksimal sehingga pertumbuhan ekonomi dapat meningkat,” pesan Amir Habbe. |RIZALDI

Tinggalkan Balasan