Benyamin Lado

Kepala BKKBN Papua Barat Resmi Dijabat Benyamin Lado

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com Setelah Kepala Perwakilan BKKN Provinsi Papua Barat, Sarles Brabar, dipindah tugaskan sebagai Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Papua. Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Papua Barat diisi oleh pimpinan baru.

Mantan Kepala Perwakilan BKKBN Nusa Tenggara Timur, Benyamin Lado yang ditunjuk memimpin BKKBN Provinsi Papua Barat.

Secara resmi kedua pimpinan tersebut telah melakukan serah terima jabatan pada Kamis (11/2/2016) di halaman kantor BKKBN Provinsi Papua Barat. Disaksikan para pimpinan Forkompimda.

Mantan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Papua, Sarles Brabar mengatakan, sejak memimpin BKKBN Provinsi Papua Barat, banyak hal yang telah dilakukan. Hal tersebut dibuktikan dengan beberapa penghargaan yang telah diterima Gubernur Papua Barat, serta motivator dari tokoh agama yang secara langsung mendapatkan penghargaan dari Presiden Jokowi pada tahun 2015 lalu.

Ia berharap hal baik yang telah dilakukannya selama memimpin BKKBN Papua Barat dapat terus dijaga dan diperbaiki, sehingga tugas serta target yang diberikan oleh BKKBN Pusat kepada BKKBN di Papua Barat dapat terus berjalan sesuai dengan rencanannya.

“Saya sudah lakukan tugas saya cukup lama disini, dan tentunya walaupun saya akan bertugas di Papua, tetapi bagi saya sama saja karena kita tetap berada di Tanah Papua,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Papua Barat, Benyamin Lado mengatakan, untuk dapat mensukseskan semua program-program yang telah direncanakan, perlu adanya kerjasama dalam instansi tersebut.

Untuk itu sebagai pimpinan yang baru di BKKBN Provinsi Papua Barat, ia berharap semua pihak dapat berkerjasama dengan baik dalam melaksanakan program kerja di tahun 2016.

Sebagai gambaran Lado menjelaskan, tahun 2016 ini terdapat beberapa program prioritas yang akan dikerjakannya yakni menekan angka kematian ibu dan bayi saat melahirkan melalui program Keluarga Berencana.

“Apa yang sudah dirintis oleh pimpinan sebelumnya akan kami lanjutkan dan kembangkan untuk lebih baik kedepannya,” ucapnya.

Terpisah, Inspektur Utama BKKBN Pusat, Mike Sangiang menambahkan, saat ini di proyeksikan jumlah penduduk Indonesia mencapai 252-255 juta jiwa. Dari jumlah tersebut terdapat 4,5 juta jiwa remaja di Indonesia sedang dalam proses pemulihan dari narkoba, dan 1,5 juta jiwa remaja dinyatakan tidak dapat dipulihkan dari narkoba.

Hal tersebut merupakan permasalahan yang harus dipikirkan oleh Indonesia. Selain itu angka nikah muda terus meningkat dan diiring dengan angka perceraian yang juga meningkat.

Tugas BKKBN adalah harus dapat mengimplementasikan Revolusi Mental berbasis keluarga, sehingga upaya dalam menanggulani permasalahan tersebut dapat tercipta.

“Di Papua Barat yang harus dilakukan adalah pertama pembangunan kependudukan. Untuk itu harus ditingkatkan gerakan ketahanan keluarga, dan implementasikan revolusi mental berbasis keluarga,” tegasnya. |ADITH SETYAWAN|EDITOR : BUSTAM