Ilustrasi. |Ist

Kepala Otoritas Bandara Rendani Terancam 17 Bulan Penjara

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com—- Kepala Otoritas Bandara Rendani, Samson Lualang dituntut 17 bulan penjara oleh tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Manokwari.

Terdakwa diduga bersalah melakukan tindakan penyelewengan dana pengadaan pada Kantor Otoritas Bandara Rendanai Manokwari tahun 2012, senilai Rp. 564.651.880.

Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang terdiri dari Jhon Ilef M, SH, Farkhan Djunaedi, SH dan Syahrul Rahman, SH juga menuntut terdakwa yang juga menjabat Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) wajib membayar denda Rp. 50 juta atau subsider 4 bulan kurungan. Agenda pembacaan tuntutan dibacakan Jaksa pada sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Papua Barat, Selasa (3/2/2015).

Terpisah, Terdakwa Jonar Simamora (Pejabat Pembuat Komitmen/PPK) di Kantor Otoritas Bandara Rendani Manokwari juga di tuntut 18 bulan penjara, serta denda Rp. 50 jatau subsider 4 bulan kurungan.

Kedua terdakwa, tidak lagi dibebankan membayar uang pengganti senilai Rp. 564.651.880,- dengan alasan kedua terdakwa sudah menitipkan uang pengganti tersebut ke Pengadilan Tipikor Papua Barat. Kedua terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 3 ayat 1, Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, Jo Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Usai mendengarkan pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum, Majelis Hakim kemudian memberikan kesempatan kepada penasehat hukum terdakwa, Demianuas Waney, SH untuk mengajukan pledoi. Akan tetapi, penasehat terdakwa meminta penundaan waktu satu minggu untuk membacakan pledoi atas tuntutan JPU.

Setelah mendengarkan penjelasan Penasehat Hukum terdakwa, Ketua Majelis Hakim, Maryono, SH menunda sidang pekan depan dengan agenda pembacaan pledoi atas tuntutan JPU.  |TAKDIR

Tinggalkan Balasan