Aparat kepolisian dan Brimob membersihkan blokade Jalan Yos Sudarso pasca bentrok warga dengan aparat yang dipicu insiden penikaman Rabu malam.
Aparat kepolisian dan Brimob membersihkan blokade Jalan Yos Sudarso pasca bentrok warga dengan aparat yang dipicu insiden penikaman Rabu malam.

Kepala Suku Besar Arfak Ajak Masyarakat Hadirkan Kamtibmas

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com— Kepala Suku Besar Masyarakat Arfak, Dominggus Mandacan mengajak seluruh masyarakat untuk menghadirkan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Hal itu dilakukan guna membantu kepolisian untuk menjaga keamanan di daerah ini. Ia pun mengajak seluruh warga dari berbagai suku dan agama di Manokwari menjaga kebersamaan demi Manokwari yang aman, damai dan sejahtera.

Pernyataan tersebut, menyikapi insiden keributan yang terjadi di wilayah Sanggeng, Distrik Manokwari Barat Rabu malam hingga Kamis dini hari (kemarin).

Mantan Bupati Manokwari ini juga mengajak agar setiap kepala suku baik dikalangan masyarakat asli Papua maupun non-Papua, menjaga masyarakat dan lingkungan masing-masing. Sehingga tidak terprovokasi yang semakin memperkeruh suasana keamanan dan ketertiban di kota buah ini.

“Saya selaku tuan rumah daerah ini mengajak, mari kita mendukung langkah hukum yang dilaksanakan Kepolisian. Biarkan persoalan ini ditangani Polisi dan masyarakat silahkan melakukan aktivitas seperti biasa,”kata dia.

Menurut dia, urusan keamanan bukan saja tugas aparat Kepolisian. Semua pihak memiliki tanggungjawab yang sama untuk menjaga keamanan daerah.

“Kita tentu berharap, persoalan ini yang pertama dan terakhir di Manokwari dan Polisi akan memproses sesuai hukum yang berlaku. Kita juga  berharap, Manokwari terus kondusif sehingga pembangunan berjalan lancar,” ujarnya lagi.

Dominggus pun mengharap agar aparat kepolisian bekerja secara optimal dalam mengejar dan menangkap pelaku penikaman yang dialami Vijay Paus-Paus, pada Rabu (26/10) malam. Setiap pelaku kejahatan harus mempertanggungjawabkan perbuatan masing-masing.

Masyarakat pun diminta membantu polisi dalam mengungkap kasus tersebut. Warga harus  menyampaikan informasi yang dibutuhkan penegak hukum.

Dia berpandangan, cukup berdampak buruk terhadap aktivitas perekonomian masyarakat dan seluruh pelaku usaha di daerah peradaban injil tersebut. Aktivitas pendidikan pun terganggu akibat persoalan ini.

“Kita bisa lihat, tadi pagi hingga siang Pasar Sanggeng lumpuh, semua Bank juga tutup, dan yang memprihatinkan, anak-anak kita tidak bisa bersekolah. Belum lagi warga yang sakit dan harus menunda niatnya untuk berobat ke Puskesmas dan rumah sakit,” ujarnya menambahkan.

Ia berharap, situasi di jantung kota Kabupaten Manokwari itu segera membaik. Jika tidak, hal ini akan berdampak serius bagi aktivitas perekonomian masyarakat stabilitas pembangunan daerah. (IBN)

One comment

  1. Emangnya polisi nggk punya hak… Menggunakan senjata apinya ketika terancam… Klo polisi terbunuh krna keganasan masyrkat semua bunkam… Seakan ham tak tersentuh Tapi klo masyrkat yang Terbunuh krna aksi pengamanan aparat…. Wow suara lantang dimana…. Ham ham ham…
    Saya tidak menolak adanya ham krna itu emang hak kita semua.. tapi mari juga kita melihat dari sudut pandang yg lebih luas dan duduk permasalahanya. sehingga ham tidak terkesan hanya menjadi tameng dan pelindung sehingga masyrkat bisa berbuat seenaknya dan semaunya terhadap aparat…. Ingat mereka juga punya ham yang sama

Tinggalkan Balasan