Kepala Suku Besar Arfak, Dominggus Mandacan yang Juga Bupati Pegunungan Arfak berpose bersama murid SD di Kampung Timtou, Distrik Catubouw

Kepala Suku Besar Arfak: Stop Palang Fasilitas Umum

RANSIKI,CAHAYAPAPUA.com – Kepala Suku Besar Arfak, Dominggus Mandacan mengajak masyarakat Arfak, terlebih khusus di Kabupaten Mansel dan Provinsi Papua Barat pada umumnya untuk menghentikan aksi palang memalang terutama terhadap fasilitas publik.

Seruan ini disampaikan Dominggus Mandacan saat memberikan sambutan pada Natal bersama Keluarga Hatam di Kabupaten Mansel, Jumat (5/12) kemarin. “Saya sangat menyayangkan aksi warga yang nekad palang jalan akibat binatangnya tertabrak kendaraan. Manusia itu tidak sama dengan binatang, jadi kita sesama manusia harus saling menghargai satu sama lain tanpa membedakan suku, ras dan golongan serta dalam bentuk apapun,” pesannya.

Dalam kesempatan ini, Dominggus Mandacan mengajak seluruh masyarakat Papua untuk bersikap hormat menghormati antar sesama dari luar Papua, sebagaimana tersurat dalam firman Tuhan. “Kita semua hendaknya berusaha untuk bisa jumpa dengan Tuhan, dan untuk selalu berjumpa dengan-NYA, hati kita harus siap dengan sikap dan perbuatan untuk melakukan yang terbaik, baik terhadap keluarga dan kepada seluruh warga, termasuk bagi warga pendatang yang ada di daerah ini yang sudah lama tinggal bersama dengan kita maupun yang baru datang dan yang nanti akan datang,” serunya.

Menurutnya, kehadiran pendatang di tanah Papua tidak semata-mata untuk memanfaatkan dan mengambil apa yang ada, namun kedatangan mereka dengan berbagai kemampuan, keterampilan serta pengetahuan, sehingga secara perlahan ada transfer kemampuan, keterampilan serta pengetahuan.

“Dulu kan kita mana ada yang sekolah, mana ada yang tau Firman Tuhan, tetapi mereka yang datang dari luar sebagai utusan Tuhan telah merubah kita semua, jadi patut kita menaikan puji dan syukur kepada Tuhan atas berkat, dan campur tangan yang telah diberikan kepada kita, nafas kehidupan, pengetahuan, dan kemampuan serta tanggung jawab. Tinggal bagaimana kita melaksanakan untuk kemulian Tuhan,” kata Dominggus Mandacan. |SOETANTO

EDITOR: IMRAN