Taman Nasional Teluk Cendrawasi. (foto ; Endro Catur)

Kepulauan Auri, Sepotong ‘Surga’ di Tanah Peradaban

Pasir putihnya halus terhampar di sepanjang garis pantai. Cemara laut berjejer rapi di bibir pantai hingga ke tengah daratan. Air lautnya jernih kehijau-hijauan. Jika air sedang surut, terumbu karang aneka rupa tampak jelas di mata. Inilah sebagian pesona yang ditawarkan pulau Matas, kepulauan Auri, Teluk Wondama.
KEPULAUAN Auri terdiri atas 6 pulau besar dan sejumlah pulau kecil lainnya. Dari sekian pulau yang ada, pulau Matas menyimpan keindahan dan eksotisme yang luar biasa. Pasir putih di Matas tergolong unik karena sangat halus sehingga sekilas mirip tepung terigu. Saat terkena air laut warna pasir berubah menjadi sedikit kecoklatan sehingga mirip tepung kanji.

Pulau sepanjang kurang lebih 1 Km dan lebar bervariasi antara 3 sampai 20 meter ini terbagi menjadi dua bagian. Yakni bagian yang masih ditumbuhi pepohonan dengan cemara laut sebagai tanaman terbanyak serta bagian sepanjang lebih kurang 500 meter yang hanya berupa hamparan pasir putih.

Sehingga para pengunjung ditawarkan dua sensasi berbeda, antara menikmati pesona pantai sembari merasakan segarnya udara di tengah hutan cemara atau memilih berjemur di hamparan pasir putih sambil memandang burung camar laut yang bercanda ria di pinggir pantai. Hutan cemara di kepulauan Auri juga menjadi tempat tinggal sejumlah burung endemik. Salah satunya adalah sejenis burung kenari dengan warna ekor berwarna emas yang oleh masyarakat lokal dinamakan burung emas.

Kicauan khas burung emas selalu terdengar di balik dahan cemara yang rimbun hampir setiap waktu seolah menyambut gembira setiap orang yang datang.

Air laut di Pulau Matas pun masih sangat bersih dan jernih. Anda bisa berenang sepuas-puasnya tanpa perlu kuatir diterjang ombak ganas apalagi diganggu oleh sampah maupun kotoran lainnya. Bagi anda yang suka menyelam atau sekedar snorkeling, perairan di kepulauan Auri juga menawarkan pemandangan bawah laut yang tidak kalah eksotis seperti di raja Ampat. Di sini, terdapat hamparan karang yang cukup luas mengitari gugusan kepulauan Auri.

Laut di kepulauan Auri juga merupakan rumah bagi berbagai jenis ikan terutama ikan karang. Tidak perlu jauh-jauh membuang umpan, hanya sekitar dua puluh meter dari bibir pantai, anda bisa membawa pulang ikan dalam jumlah yang banyak. Alasan ini pula yang membuat banyak warga menjadikan kepulauan Auri sebagai spot memancing.

Sayangnya sampai sejauh ini sejuta pesona di pulau Matas maupun kepulauan Auri secara keseluruhan belum banyak diketahui orang. Tempat yang sangat menawan ini pun belum dikelola menjadi lokasi tujuan wisata.

“Sayang sekali pulau secantik ini tidak dikelola menjadi destinasi wisata. Padahal kalau kalau dikelola secara baik, orang-orang akan banyak datang ke sini. Ini potensi besar yang belum tersentuh,” kata Asri, anggota DPRD Teluk Wondama sewaktu berkunjung ke pulau Matas, Jumat (30/9) lalu.

Anggota DPRD lainnya Amin juga menyayangkan belum adanya langkah yang diambil instansi terkait untuk mempromosikan kepulauan Auri. Padahal kata dia, keindahan alam di Auri sangat luar biasa sehingga diyakini akan menarik minat banyak wisatawan baik lokal maupun mancanegara untuk datang berkunjung.

“Di Bali saja tidak ada pantai seindah begini. Kalau ini dikembangkan bisa menjadi destinasi wisata unggulan untuk Teluk Wondama, “kata politisi partai Demokrat ini.

Secara administratif kepulauan Auri berada di wilayah distrik Roon. Kepulauan yang menyimpan aneka keindahan ini berada di dalam kawasan Taman Nasional Teluk Cenderawasih tepatnya di dekat perbatasan kabupaten Teluk Wondama dan Kabupaten Nabire.

Untuk menuju ke kawasan ini, biasanya menggunakan perahu bermotor atau speedboat dengan jarak tempuh selama lebih kurang 3 jam dari kota Wasior. Letaknya yang jauh serta harus melewati lautan luas menjadi alasan utama kepulauan Auri belum juga dikembangkan menjadi destinasi wisata.

Rekan Asri dan Amin sesama wakil rakyat Isak Semuel Wosiri berpandangan, lokasi yang jauh di tengah laut seharusnya bukan menjadi penghalang untuk menjadikan kepulauan Auri sebagai tujuan wisata. Asalkan ada kemauan dan keseriusan, tantangan seperti bisa ditanggulangi.

“Dinas Pariwisata yang tidak kreatif. Kalau mereka mau kan bisa gandeng investor untuk kembangkan tempat ini. Tapi sampai sekarang tidak ada gerakan apa-apa. Jadinya orang dari luar berulang kali datang ke tempat ini, tapi kita tidak dapat apa-apa, “ kata politisi Gerindra yang akrab disapa Caken.

Dia menyebut banyak turis asing sering singgah di kepulauan Auri saat berkunjung ke TNTC. Demikian pula warga lokal dari Manokwari dan Manokwari Selatan sering datang untuk sekedar berlibur sembari memancing.

“Coba kalau tempat ini sudah ditata dengan baik kemudian dinas pariwisata buka paket wisata, pasti orang banyak datang ke sini. Tapi mereka harus bayar dulu, sehingga ada PAD buat kita, “ucap dia.

 

Terancam Abrasi

Terlepas dari berbagai keindahan alam  di Kepulauan Auri yang sampai sejauh ini belum memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di sekitar maupun bagi Pemkab Teluk Wondama lantaran belum juga dikembangkan  menjadi daerah tujuan wisata, ada ancaman serius yang berpotensi menghancurkan semua pesona itu.

Luas pulau-pulau di kepulauan Auri kini terus menyusut akibat abrasi pantai. Pulau Matas misalnya, daratan di pulau ini sudah tergerus cukup jauh. Ini terlihat dari banyaknya pohon cemara yang sudah tumbang akibat dihantam ombak.

Di beberapa bagian pulau bahkan air laut sudah mengerus hampir seluruh daratan sehingga air laut dari bagian utara pulau hanya sedikit lagi bisa melewati daratan dan bersambung dengan di bagian selatan. Bahkan bukan tidak mungkin dalam beberapa tahun ke depan pulau Matas yang eksotis itu terbelah menjadi beberapa bagian karena tergerus
abrasi.

Selain itu jika tidak secepatnya ada penanganan, maka keelokan pulau Matas juga bisa pudar akibat tumpukan sampah terutama batang-batang kayu yang terdampar di pulau ini. Pada bagian pulau yang hanya berupa hamparan pasir, sebagian besar kawasan penuh dengan batang kayu serta sampah plastik dan kotoran lainnya yang hanyut terbawa ombak.

“Kita harapkan Pemda bisa ambil langkah untuk selamatkan pulau ini. Mungkin bisa diatur satu kesempatan pegawai dari berbagai SKPD datang ke sini untuk kerja bakti bersihkan pulau dan juga tanam pohon lagi supaya jangan sampe pulau ini rusak, “ kata Caken.

Ya, kepulauan Auri memang menyimpan keindahan yang menakjubkan. Dengan berbagai pesona itu, tidak berlebihan jika kepulauan Auri disebut laksana sepotong surga tersembunyi di Wondama. Sepotong surga yang menunggu disentuh agar bisa dinikmati khalayak luas sehingga menjadi ikon di Tanah Peradaban. (BRV)

One comment

  1. Salah jika hanya menjadi tagung jawab dinas pariwisata…tetapi harusnya menjadi tanggung jawab semua pihak baik eksekutif maupun legislatif….bagaimana program promosi dan program pengembangan destinasi dpt di wujudkan dgn alokasi anggaran yg sangat kecil pada dinas pariwisata…..seharusnya kalau kita tau dan sadar bahwa potensi tersebut potensial dikembangkan dan dpt menhasilkan PAD yg besar maka harus di dukung dgn tindakan bukan bicara…..tindakan pengalokasian anggaran khusus pegembangan pariwisata kep.auri…!!! Tinggal commitment bersama melaksanakan tujuan tersebut dgn menghindari praktek2 kkn yg akan terjadi kr proyek uang besar.
    Investor dgn sendiri akan tertarik dan datang jika kawasan tersebut banyak dipromosikan, banyak dipublikasikan…..dan smua itu adalah tanggung jawab bersama!!!

Tinggalkan Balasan