Kondisi jalan menuju Distrik Merdey saat musim hujan awal tahun 2017.

Kerusakan makin parah, jalan menuju Merdey dibangun tahun ini

BINTUNI, Cahayapapua.com— Tahun 2017, Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni menargetkan akan segera membangun jalan menuju Distrik Merdey yang saat ini kondisinya semakin parah. 

Untuk memastikan rencana ini, Bupati Petrus Kasihiw menginstruksikan kepada Kepala Dinas PU Andrias Tomy Tulak, untuk segera menyusun program kerja pembangunan jalan tersebut.

“Dinas PU saya perintahkan segera bangun jalan ke Merdey, karena posisinya saat ini sangat rawan, bahaya sekali kalau terjadi kecelakaan. Saya rencanakan akan lakukan pertemuan dengan mereka (perwakilan masyarakat dan dinas PU) malam ini (senin malam, red) di kediaman,” kata Bupati Kasihiw pada rapat koordinasi lintas Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Aula Sasana Karya Kantor Bupati, SP 3 Distrik Manimeri, Senin (29/5).

Bupati mengatakan, pertemuan dengan sejumlah masyarakat dari Merdey ini dilakukan untuk mengetahui kondisi jalan di sana berdasarkan keluhan dan keinginan masyarakat.

Dalam pertemuan ini bupati juga meminta kepada kepala Dinas PU untuk ikut serta guna merencanakan pembangunan jalan yang menjadi satu-satunya akses ke wilayah pegunungan.

Sementara itu diberitakan sebelumnya, warga dataran pegunungan dari tiga distrik yakni Distrik Biscoop, Masyeta dan Merdey mengeluhkan rusaknya jalan tersebut yang semakin hancur.

Warga mendesak pemerintah daerah harus memperhatikan hal itu, karena transportasi yang tidak memungkinkan di sana dan satu-satunya jalan menuju distrik tersebut hanya bisa menggunakan transportasi darat. Sementara pesawat belum layani ke wilayah itu, sehingga hal ini harus segera diambil tindakan.

“Ini tidak bisa dibiarkan terus sehingga harus segera diatasi, karena ini menyangkut pelayannan pemerintah juga. Kalau jalan bagus pelayanan bagus, masyarakat juga bagus mulai dari petugas kesehatan dan pendidikan, pembangunan juga bagus. Tapi kalau sebaliknya petugas juga tidak ada ditempat pembangunan juga tidak bisa berjalan baik,” kata salah satu tokoh pemuda, Piter Masakoda.

Dikatakan, jalan tersebut berada di wilayah dataran Moskona yang hanya ditempuh lewat jalur darat dengan masa waktu 3 jam dalam kondiai jalan kering. Tetapi apabila jalan rusak akibat hujan maka akan membutuhkan waktu hingga tiga hari lamanya.

“Hal inipun pernah dirasakan Bupati Petrus kasihiw ketika meresmikan Gereja di Merdey, beliau harus menginap di jalan,” ceritanya.

Piter mengungkapkan sulitnya akses ke wilayah tersebut juga menjadikan harga bahan pokok sangat mahal. Dia menceritakan di kios-kios, gula satu Kg Rp. 100 ribu, sementara beras satu karungnya yang berisi 20 Kg dibandrol harga 1.2 juta. Ini adalah harga yang sangat mahal bagi masyarakat yang sebagian besar berprofesi sebagai petani.

“Oleh karena itu kami minta pemerintah baik bupati maupun gubernur terpilih untuk membangun jalan supaya ekonomi masyarakat bisa lebih baik,” harap Piter. (art)

Tinggalkan Balasan