Wa Nursyani, SP,M.Si, Kadis Pertanian Kaimana pada sosialissai Perkarantinaan Pertanian.
Wa Nursyani, SP,M.Si, Kadis Pertanian Kaimana pada sosialissai Perkarantinaan Pertanian.

Kesehatan Hewan di Kaimana Terjamin   

KAIMANA, Cahayapapua.com— Dinas Pertanian, Peternakan dan Ketahanan Pangan melalui petugas kesehatan hewan Bidang Peternakan telah secara rutin melakukan pengambilan sampel darah hewan ternak untuk diperiksa di Balai Besar Veteriner Maros Sulawesi. Dari hasil pemeriksaan sample darah yang dilakukan selama ini, hewan di Kaimana masuk dalam kategori aman dan terbebas dari hama penyakit.

Demikian Plt. Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Ketahanan Pangan Wa Nursyani, SP,M.Si saat membuka kegiatan Sosialisasi Perkarantinaan Hewan dan Pertanian yang diselenggarakan Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Sorong Wilayah Kerja Kabupaten Kaimana di Meeting Room Kaimana Beach Hotel,  Rabu (2/11/2016).

Dihadapan puluhan peserta sosialisasi, Kadistantek mengatakan, karantina mempunyai fungsi yang sangat penting dalam rangka mendeteksi sekaligus mencegah masuk dan keluarnya hewan yang terindikasi terserang hama atau penyakit tertentu ke suatu wilayah. Membawa hewan keluar atau masuk ke suatu daerah lanjutnya, harus melalui proses pemeriksaan karantina yang dibuktikan dengan surat keterangan.

Ia berharap melalui sosialisasi Perkarantinaan Pertanian ini, muncul kesadaran masyarakat untuk tidak membawa hewan atau tanaman apapun masuk atau keluar Kamana tanpa melalui proses pemeriksaan karantina. Untuk mendukung program karantina pertanian di Kabupaten Kaimana, Dinas Pertanian selama ini rutin melakukan pengambilan sample darah hewan untuk diperiksa. “Dan sampai saat ini, hewan kita di Kaimana masih dalam kategori aman,” ujarnya sembari berharap masyarakat ikut membantu petugas Kesehatan Hewan pada saat pengambilan sampel darah ternak.

Kesempatan yang sama Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Sorong Abdul Rahman, SP melalui sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Humas Karantina Pertanian Kelas I Sorong Abdul Kadir Lodji, SP mengatakan, institusi karantina dibentuk oleh Negara bukan tanpa alasan. Bahkan sejak zaman pemerintahan kolonial Belanda, aturan-aturan berkaitan dengan perkarantinaan pertanian telah diterapkan. Baru pada tahun 1992, Negara membuat undang-undang Nomor 16 Tahun 1992 untuk memperkuat kedudukan karantina pertanian.

Sesuai amanat undang-undang, Karantina Pertanian memiliki tugas pokok dalam mencegah masuk, keluar, dan tersebarnya hama penyakit hewan karantina (HPHK) serta Organisme Pengganggu  Tumbuhan Karantina (OPTK) di wilayah Republik Indonesia. Karantina Pertanian menjadi garda terdepan dalam menjaga pertanian karena memiliki lingkup kerja strategis yaitu di pintu masuk (pelabuhan laut atau bandara) serta pos lintas batas negara. (ISA)

Tinggalkan Balasan