Gedung DPR Papua Barat yang kembali diblokade beberapa waktu lalu.

Ketua Fraksi Gerindra DPRPB Tantang Djimi Ijie Buktikan Tudingan Barter Kasus

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com– Ketua Fraksi Gerakan Pembangunan Indonesia Raya DPR Papua Barat (DPRPB), Abdul Kasim Manaray menampik tudingan Djimi Demianus Idjie soal adanya dugaan barter jabatan ketua DPRPB dengan kasus Rp.78 miliar.

“Jika bung Djimi punya bukti yang kuat silahkan dilaporkan ke pihak yang berwajib. Jangan hanya berkoar-koar di media tanpa bukti yang jelas,” kata Abdul Kasim kepada wartawan, Rabu (9/9/2015).

Seharusnya Djimi, menurut dia, memberi pelajaran yang baik kepada masyarakat Papua Barat ketika menyampaikan pernyataan kepada publik melalui media massa.

“Pernyataan soal orang Papua jangan dibodohi, itu sangat keliru. Karena masyarakat asli Papua yang datang berdemo di kantor DPR Papua Barat,” imbuhnya.

Menurutnya aksi sejumlah elemen itu murni aspirasi dengan kesadaran tinggi bahwa, hak-hak mereka telah diambil. “Soal (jabatan) ketua DPR memang hak partai Demokrat. Tapi, di Partai Demokrat tidak ada orang asli Papua ka?,” tukas Abdul Kasim.

“Saudara Pieter Konjol disebut sebagai pion kasusnya RS (Rico Sia). Sekali lagi, kami ingatkan bung Djimi berbicara pakai bukti jangan seenak perut sendiri,” ujar dia.

Ia menilai sikap mantan Ketua DRPPB itu tidak tepat sebagai seorang publik figur di provinsi Papua Barat. “Sangat disayangkan, apakah pantas, kita menyinggung yang sudah meninggal (alm. Rahimin Katjong)? Masyarakat bisa menilai ini,” pungkasnya.

Sebelumnya, Djimi Idjie melakukan protes terhadap aksi palang kantor DPRPB. Dia menuding, aksi palang ini bukan murni memperjuangkan jabatan ketua DPRPB yang harus diduduki oleh orang asli Papua. Melainkan ada konspirasi yang melibatkan kepala daerah, wakil kepala daerah dan oknum di internal partai Demokrat.

Saat itu ia juga menyatakan dorongan agar Ketua DPRPB dijabat orang asli Papua merupakan posisi tawar gubernur terhadap kasus Rp. 78 miliar. |RASYID FATAHUDDIN| EDITOR : TOYIBAN