Ketua Komnas Perlindungan Anak berfoto bersama Anak Binaan di ruang binaan anak di lapas Kelas IIB Manokwari. Foto : ADITH SETYAWAN|DOC. CAHAYA PAPUA

Ketua KomNas PA Kunjungi Lapas Manokwari

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com– Dalam kunjungannya ke Lembaga Pembinaan Anak di Lapas Kelas IIb Kabupaten Manokwari, Ketua KomNas Perlindungan Anak Aris Merdeka Sirat kaget melihat kondisi blok anak yang masih satu lokasi dengan para warga binaan lainnya.

Menurut Aris hal tersebut seharusnya tidak boleh terjadi. Karena sesuai Undang-undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Anak, dijelaskan bahwa para anak-anak yang mendapat pembinaan tidak boleh berada atau tergabung dalam warga binaan yang diketegorikan dewasa. “Anak-anak tidak boleh dicampur dengan orang dewasa,” tegasnya.

Sehingga dari hasil kunjungan ke Lapas Kelas IIB Manokwari, KomNas PA akan segera merekomendasikan hal tersebut kepada Menteri Politik Hukum dan HAM untuk membuat LPKS (Lembaga Pendidikan Kesejahteraan Sosial) dan LPKA (Lembaga Pendidikan Kesejahteraan Anak) di Manokwari.

“Jadi nanti bagi anak-anak yang kita saksikan tadi bukan ditempatkan disini, tetapi nanti ditempatkan di LPKS dan LPKA. Itu yang akan kita rekomendasikan,” kata Aris kepada wartawan usai mengunjungi Lapas Kelas IIB Manokwari, Senin (28/9/2015) siang.

Aris menegaskan permasalahan tersebut seharusnya menjadi tanggungjawab pemerintah daerah baik itu Kabupaten Manokwari maupun Provinsi Papua Barat.
“Kalau ini wilayah Provinsi Gubernur harus membuat itu, mau tidak mau harus dibuat karena sesuai mandat Undang-Undang 11 tahun 2012,” jelasnya.

Menurutnya hal tersebut sudah harus dilakukan mengingat saat ini tempat yang dimaksud sangat tidak layak. “Saya akan rekomendasikan bahwa di Manokwari ini harus ada Lembaga Pendidikan Kesejahteraan Anak, dimana hal tersebut harus juga bekerjasama dengan Kanwil setempat,” ucapnya.

Selain itu dalam kunjungannya Aris mendapati sejumlah keluhan dari para anak-anak yang dijatuhi hukuman pidana, dimana para anak-anak binaan ini mengeluhkan pendidikan selama mereka menjalani masa hukuman.

Sesuai pantauan Cahaya Papua, terdapat lima anak binaan yang menghuni ruang pembinaan anak di Lapas IIB Manokwari. Kelima anak tersebut 4 di antaranya menjalani hukuman atas kasus pemerkosaan dan 1 penganiayaan. Kelima anak tersebut memiliki usia dibawah 17 tahun.

Ketua Komnas PA juga berkesempatan mengunjungi Lapas Wanita. Aris dikejutkan dengan adanya dua bocah yang harus ikut nginap di Lapas tersebut dikarenakan tidak memiliki keluarga lain selain ibunya yang tengah dihukum atas kasus narkoba.

Puluhan wargaa binaan wanita juga sempat menyampaikan keluhannya tentang tempat tinggal mereka selama masa hukuman yang sudah over kapasitas, sehingga dibutuhkan perhatian dari pemerintah pusat maupun daerah.

Hal tersebut tentunya akan menjadi pekerjaan rumah bagi KomNas PA untuk menyampaikannya kepada kementrian terkait dengan harapan agar permasalahn tersebut dapat segera diselesaikan.|ADITH SETYAWAN|BUSTAM